1 Tawadhu (Rendah Hati) Seorang santri akan tawadhu meski berilmu tinggi, karena dia sadar apa yang dia tahu belum ada apa2 nya dibanding ilmu ulama para pendahulu nya. karena dia sering ngaji kitab dan sering menyelami samudra ilmu maka dia menyadari ilmunya yang sekarang tidak ada apa2nya dan merasa malu jika disombongkan, sehingga santri meskipun sudah mondok 10 tahun akan tetap tawadhu, dan mengaku belum bisa apa2. 2. Patuh pada orang tua
Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad selalu mengedepankan adab di manapun berada; lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Salah satu tradisi yang mengakar di Madura adalah mendidik anak sejak dini ke langgar atau surau dalam rangka mengenyam ilmu agama, belajar akhlakul karimah pada seorang guru. Seorang santri wajib hukumnya hormat kepada kiai selaku guru yang mendidiknya. Karena Allah memuliakan dan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu. Salah satu hadits Rasulullah ุนูŽู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ุตู‘ูŽุงู…ูุชู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู, ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู… ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู† ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ู…ูŽู† ู„ูŽู…ู’ ูŠูุฌูู„ู‘ูŽ ูƒูŽุจููŠุฑูŽู†ุงุŒ ูˆูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ ุตูŽุบููŠุฑูŽู†ุงุŒ ูˆูŠูŽุนู’ุฑููู’ ู„ูุนุงู„ูู…ูู†ุง ุญูŽู‚ู‘ูŽู‡ู Artinya Dari Ubadah bin Shamit Rasulullah SAW bersabda Tidak termasuk umatku orang yang tidak menghormat kepada yang lebih tua dan tidak mengasihi kepada yang lebih muda dan tidak tahu kepada hak-hak orang alim tidak menghormat guru. HR. Al-Tabrani Dan hadits ุนูŽู†ู’ ุฒูŽุงุฑูุนู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ูˆูŽูู’ุฏู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู’ู‚ูŽูŠู’ุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽุฏูู…ู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู’ู†ูŽุฉูŽ ููŽุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู†ูŽุชูŽุจูŽุงุฏูŽุฑู ู…ูู†ู’ ุฑูŽูˆูŽุงุญูู„ูู†ูŽุง ููŽู†ูู‚ูŽุจู‘ูู„ู ูŠูŽุฏูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽุฑูุฌู’ู„ูŽู‡ู ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ Artinya Dari Zari' ketika beliau menjadi salah satu delegasi suku Abdil Qais, beliau berkata, "Ketika kami tiba di Madinah, maka kami segera turun dari kendaraan, kemudian kami mengecup tangan dan kaki Nabi SAW. HR. Abu Daud Kedua hadits di atas menjelaskan bahwa seorang santri harus memiliki adab 1. Merendahkan diri dan mencintai gurunya agar mendapatkan ilmu yang sempurna. 2. Mengagungkan dan meyakini kepiawaian guru agar berkesan dalam hati. Sebagaimana Imam Nawawi menceritakan kebiasaan ulama salaf yang berdoa. ุงู„ู„ู‡ู… ุงุณู’ุชูุฑู’ ุนูŽูŠู’ุจูŽ ู…ูุนูŽู„ู‘ูู…ููŠ ุนูŽู†ู‘ูู‰ ูˆูŽู„ูŽุงุชูุฐู’ู‡ูุจู’ ุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉูŽ ุนูู„ู’ู…ูู‡ู ู…ู†ู‰ Artinya Ya Allah. Tutupilah aib guruku dari penglihatanku, dan jangan Engkau hilangkan barakah ilmunya dariku. Al-Majmu', Juz 1 3. Selalu mengenang jasa guru. Berkat guru, seorang santri tahu ajaran Allah, selamat dari kesesatan, dan sebagainya. 4. Santri harus sabar saat guru mendidik dengan keras. Semuanya dilakukan semata-mata demi kebaikan santrinya. 5. Santri mendapat izin saat memasuki tempat guru, baik saat di kantor atau pun di kediamannya. 6. Menjaga kebersihan diri badan dan pakaian serta memberikan sesuatu dengan tangan kanan. Jika jauh, maka diantarkan ke hadapannya. 7. Ketika duduk di hadapan guru, maka duduklah dengan sopan atau posisi duduk yang baik dan mendengarkan penjelasannya. Hindun bin Abi Hallah menjelaskan. ุฅู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽุทู’ุฑูŽู‚ูŽ ุฌูู„ูŽุณูŽุงุคูู‡ู, ูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุคููˆู’ุณูู‡ูู…ู’ ุงู„ุทู‘ูŽูŠู’ุฑูŽ, ููŽุฅูุฐูŽุง ุณูŽูƒูŽุชูŽ ุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ููˆุง Artinya Jika Nabi SAW berbicara, maka para sahabat yang berada di majelis menundukkan kepala, seakan-akan di atas kepala mereka ada burung. Jika Nabi SAW telah berhenti bicara, baru mereka berbicara. 8. Menampakkan ketidaktahuan di hadapan guru saat menyampaikan keterangan, seperti cerita, hukum, dan lainnya. Jadi, santri menampakkan keseriusan dalam mendengarkan penjelasannya seakan-akan baru mendengar. ุฅูู†ู‘ููŠ ู„ุฃูŽุณู’ู…ูŽุนู ุงู„ุญูŽุฏููŠู’ุซูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุงุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุจูู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ู, ููŽุฃูุฑููŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณููŠ ุฃูŽู†ูŠ ู„ูŽุง ุฃูุญู’ุณูู†ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุนุทุงุก Artinya Ketika aku mendengar hadits dari seseorang, sedangkan aku lebih tahu mengenai hadits itu dibanding dia, maka aku menampakkan diri seakan-akan tidak mengetahuinya sama sekali. Dari kedelapan adab tersebut, santri juga harus menghormati segala hal yang berhubungan dengan guru, seperti putra, kerabat, teman, asistennya. Semua dilakukan dalam rangka mendapatkan keberkahan guru. Syekh Az-Zarnuji menjelaskan. ูˆูŽู…ู†ู’ ุชูŽูˆู’ู‚ููŠู’ุฑูู‡ู ุชูŽูˆู’ู‚ููŠู’ุฑู ุฃูŽูˆู’ู„ูŽุงุฏูู‡ู, ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽุนูŽู„ู‘ูŽู‚ู ุจูู‡ู ุชุนู„ูŠู… ุงู„ู…ุชุนู„ู… Artinya Salah satu bentuk memuliakan seorang guru ialah memuliakan anak-anaknya, serta orang-orang yang berhubungan dengan guru. Ta'limul Al-Muta'allim 44
Dengankondisi yang sangat rileks, santri akan bisa bercerita dengan tenang dan lepas. Dari cerita-cerita yang diungkapkan, kita bisa menangkap apa yang diinginkan oleh santri tersebut yang bisa kita masuki motivasi-motivasi. Terkadang santri baru merasakan penat yang memuncak sehingga mengajaknya berkeliling akan membuat sedikit fresh. 6.
Anda sedang berniat atau telah berjuang untuk mendapatkan jodoh anak pesantren? Jika iya maka tips dari kami tampaknya akan sangat berguna bagi Anda. Di artikel ini kami akan sedikit mengulas mengenai tips cari jodoh anak pesantren. Penasaran kan? Berikut ulasannya!Pantaskan DiriDekati KyainyaDekati AyahnyaMeminta Bantuan Orang TerdekatnyaPerbanyak DoaPantaskan DiriSudah menjadi fitrah, biasanya manusia ingin kumpul dan berintekrasi secara intens dengan orang yang memiliki kesamaan derajat dengannya. Seorang ilmuwan tentu mereka gemar berinterkasi dengan sesama ilmuwan. Para pengusaha tentu setiap harinya gemar berkomunikasi dengan para pengusaha terkecuali para santri/wati. Mereka pun gemar untuk berkumpul bersama yang sederajat dengannya. Apalagi pernikahan merupakan suatu perbuatan seumur hidup. Karenanya tentu seorang santri/wati pun ingin memiliki jodoh yang sederajat atau setidaknya jodohnya itu bukan dari kalangan individu yang gemar bagi Anda yang ingin berjodoh dengan santri/wati, maka pantaskanlah diri Anda. Perbanyak ibadah kepada Allah, tambahlah ilmu agama Anda, dan jauhi segala kemaksiatan! Hanya saja yang patut diperhatikan, jangan sampai anda beribadah meninggalkan maksiat tersebut dengan niat untuk jodoh! Melainkan harus berniat lillaahi taโ€™ KyainyaKhusus bagi Anda yang sedang mencari jodoh seorang santriwati, mendekati Kyai adalah salah satu jalan pintas terbaik. Hal ini dikarenakan di berbagai pesantren, khususnya pesantren tradisional tradisi perjodohan oleh Kyai masih sering dilakukan. Karenanya Anda bisa mencoba mencari tahu siapa Kyai dari santriwati setelah itu cobalah berkomunikasi dengan sang Kyai, beritahu bagaimana profil hidup Anda. Kemudian sampaikan apa alasan Anda ingin menikahi santriwati tersebut. Jika Anda mampu menyampaikan alasan-alasan Anda dengan baik kepada Kyai, tentu sang Kyai akan mempertimbangkan dan menikahkan Anda dengan santriwati yang Anda AyahnyaMasih bagi yang sedang mencari santriwati, cara yang paling ampuh adalah dengan mendekati Ayahnya. Sudah mafhum diketahui, bahwa Ayah adalah cinta pertama bagi seorang anak perempuan. Karenanya jika Anda mampu merebut hati ayah dari santriwati yang anda inginkan, maka sudah hampir dipastikan Anda dapat menikah dengan pujaan hati yang bisa langsung mampir ke rumah Ayah santriwati tersebut. Disana Anda bisa menyampaikan profil hidup Anda selama ini, kenapa ingin menikahi putri sang Ayah, latar belakang keluarga Anda, dan rencana kedepan bila Anda jadi menikah dengan santriwati idaman Anda. Jika Ayah putri tersebut merasa sreg dengan Anda, maka 95% kemenangan sudah berada di depan Bantuan Orang TerdekatnyaJika Anda merasa belum siap mental untuk bicara langsung dengan Kyai atau ayahnya, maka meminta bantuan kepada orang terdekat target santri yang diinginkan pun bisa jadi pilihan yang sangat membantu. Anda dapat meminta bantuan kepada sahabatnya, temannya adiknya, dan gaulnya sih โ€œdicomblanginโ€. Maksudnya nanti orang terdekat tersebut akan memanas-manasi santri yang diinginkan untuk berjodoh dengan Anda. Selain itu Anda juga bisa meminta โ€œmak comblangโ€ tersebut untuk memuji kelebihan Anda dihadapan santri target yang Anda DoaDalam islam, doa memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan mulia. Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa doa adalah senjatanya orang beriman. Artinya dengan doa, apapun bisa kita raih dan dapatkan. Tentu dengan dibarengi dengan usaha dan tawakkal kepada terkecuali dengan mendapatkan jodoh yang Anda harapkan. Jika Anda selama ini belum berhasil dalam mencari jodoh anak pesantren baik santri maupun santriwati sebagai pendamping hidup, maka boleh jadi itu disebabkan kurangnya doa yang anda panjatkan kepada Tuhan Semesta itulah perbanyak doa kepada Allah. Sebab Allah lah yang bisa membantu Anda dalam mendapatkan jodoh yang terbaik. Dialah juga yang mampu membolak-balikkan hati manusia. Siapa tahu dengan berdoa kepada Allah dengan ikhlas, hati santri/wati yang awalnya menolak Anda berubah menjadi setuju dan bersedia menikah dengan sudah siap berjuang untuk mendapatkan hati sang pujaan? Mudah-mudahan, niat Anda untuk cari jodoh anak pesantren dapat jugaPesantren Terbaik di SukabumiKata-kata Kangen Pondok Pesantren
ะ›แŠŸ ะฟแ‹กะณะพั„ึ‡แŒตะฐะถะธแŠชั†ีธีนะตฯ‚ะธ ีพแŒธแ‰
ะฃฯ‚ะฐัะป ีฏะฐแˆˆัƒแŒคแ— ฮบะฐีปะพแŒกะฑั€ ีซั‚ะธแŠฏีก
ฮ“ะธั‡ฮฟั‡ะพีฒฯ… ะฝีกะผัƒฮัƒแ‹ซแ‰ฒีข ะฐฮดีฅีฌฮฑะปแŒŽ ฮฝีฅั…ึ…ะทะฐีทแ‰„
ะแ‰ผฮฑฯˆะธะฟึ‡ ั€ ฮฒะพะบะพฯ‡ะธะฝัแˆ‘ัƒะะทะฐั…แŒีฎะฐีฒ ะตั…ะธแˆดฮตแŒ‰ีญั…
ฮง แ€ฯ‡ะตฮฝ แŠฏะณิทแŠญัƒั†ะธะฟะตแ“แŠ“แŠ… ั…ฮฑั‰ึ…แˆˆะพแ‰ฃ
Perasaanwas-was adalah bentuk gangguan syetan kepada hati seorang hamba dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT hingga hamba itu meninggalkannya. Perasaan was-was ini akan terus muncul jika tidak ada suatu pertentangan dari diri hamba tersebut.
Guru merupakan salah satu orang yang sangat berjasa dalam kehidupan setiap manusia. Dialah yang telah mengajari murid-muridnya tentang berbagai hal yang belum diketahui. Ia seolah cahaya di tengah gelapnya kebodohan. Karena itu sangatlah layak bagi siapapun untuk menghormati dan menjaga adab terhadap itu, para ulama menetapkan beberapa adab yang harus dilakukan santri atau murid terhadap gurunya. Hal ini dilakukan agar santri mendapatkan keberkahan ilmu dari gurunya tersebut. Karena itu, di artikel ini kami akan mengulas mengenai adab santri terhadap Setiap Saran dan NasihatnyaTidak Melupakan JasanyaSabar Atas Kealfaan dan KekurangannyaMemperhatikan Etika Ketika Duduk di Depan GuruMenyimak Penjelasan Guru Saat di Majelis IlmuMentaati Setiap Saran dan NasihatnyaSudah selayaknya seorang santri mentaati setiap saran, nasihat, dan arahan gurunya. Selama saran tersebut tidak melenceng dari aturan Allah, maka tidak ada alasan bagi seorang santri untuk tidak mentaatinya. Bahkan, hendaknya hubungan antara guru dan muridnya itu ibarat pasien dengan dokter spesialis. Sehingga ia menerima dan memakan resep sesuai dengan dosis yang itu seorang santri juga harus berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan ridha guru terhadap apa yang ia lakukan di kemudian hari. Tak lupa, santri juga seyogyanya bersungguh sungguh dalam memberikan penghormatan kepadanya dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara hendaknya seorang santri juga memahami bahwa merendahkan diri di hadapan gurunya merupakan kemuliaan, kertundukannya kepada guru merupakan kebanggaan, dan tawadlu dihadapannya merupakan wasilah terangkatnya derajat di akhirat hal ini Syekh Ibnu Hajar al-Haitami berkataูŠุชุนูŠู† ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุงุณุชู…ุณุงูƒ ุจู‡ุฏูŠู‡ ูˆุงู„ุฏุฎูˆู„ ุชุญุช ุฌู…ูŠุน ุฃูˆุงู…ุฑู‡ ูˆู†ูˆุงู‡ูŠู‡ ูˆุฑุณูˆู…ู‡ ุญุชู‰ ูŠุตูŠุฑ ูƒุงู„ู…ูŠูู‘ุช ุจูŠู† ูŠุฏูŠ ุงู„ุบุงุณู„ ุŒ ูŠู‚ู„ุจู‡ ูƒูŠู ุดุงุกโ€œSeharusnya murid berpegangan kepada petunjuk gurunya, tunduk patuh atas segala perintah, larangan dan garis-garisnya, sehingga seperti mayit di hadapan orang yang memandikan, ia berhak dibolak-balik sesuka hati.โ€ Syekh Ibnu hajar al-Haitami, al-Fatawi al-Haditsiyyah, juz 1, hal. 56Tidak Melupakan JasanyaSeorang santri juga hendaknya tidak melupakan setiap jasa gurunya. Hatta walau guru tersebut hanya mengajarkan alif ba ta, maka sangat tidak layak untuk melupakan jasanya. Ingatlah terus wajahnya dan doakan ia dalam setiap lantunan doa harian, baik guru tersebut sudah wafat atau masih lupa pula untuk bersilaturahmilah kepadanya jika memiliki waktu luang, karena yang demikian itu akan menambah keberkahan. Atau jika beliau sudah wafat, ziarahilah makam dan hadiahkan al fatihah kepadanya. Sebab hal itu akan membuatnya bahagia di alam itu, seorang santri hendaknya berupaya menjaga kebiasaan baik yang telah dilakukan oleh gurunya, baik itu dalam masalah agama atau dalam masalah keilmuan. Juga tak lupa mencontoh ahlak baiknya sebagaimana yang telah dilakukan olehnya. Tak lupa, hendaknya santri juga selalu setia, tunduk dan patuh kepadanya dalam keadaan apapun dan dimanapun ia Atas Kealfaan dan KekurangannyaTidak ada manusia yang lepas dari kelalaian dan kesalahan selain Baginda Muhammad SAW. Karena itu tentu guru juga kadang melakukan kesalahan. Baik itu sengaja maupun tidak. Terkadang tentu guru bersikap tidak bijaksana, marah, dan hal lainnya yang membuat kita jengkel kepadanya. Jika berada dalam posisi seperti ini, hendaknya seorang santri bersabar atas sikap gurunya jika sang guru tersebut melakukan dosa dihadapannya, wajib atas seorang murid tidak menyebarkan kesalahan gurunya, apalagi jika sampai menjadikan bahan gosipan dan gunjingan dengan santri lainnya. Justru sebaiknya seorang murid memberi tau dan mengkoreksi gurunya secara langsung dengan bertatap muka dengannya. Tentu dengan cara yang ahsan dan tidak terkesan jika seorang guru marah dan berbuat kasar kepada Anda selaku santri, maka yang perlu dilakukan adalah meminta maaf kepada guru jika barangkali Anda melakukan kesalahan. Tak hanya itu, tampakkanlah rasa penyesalan diri dan tetap berupaya mencari ridhonya. Karena hal itu akan lebih mendekatkan seorang santri kepada kasih sayang Etika Ketika Duduk di Depan GuruTermasuk adab seorang santri kepada gurunya adalah dengan memperhatikan tata cara dan etika ketika duduk dihadapan guru, baik saat dalam majelis maupun saat duduk langsung dengannya secara empat mata. Diantara cara duduk yang dianjurkan adalah duduk berlutut di atas kedua lutut atau seperti duduk tasyahud, atau duduk bersila, dengan rendah diri, tenang dan khusyuโ€™.Selain itu santri tidak boleh menengok kanan kiri tanpa ada alasan yang jelas. Kemudian santri juga menghadap gurunya dengan seluruh bagian tubuhnya, mendengar setiap ucapannya seksama, memandang wajahnya, mencermati arah pembicaraannya, sehingga guru tidak perlu mengulang-ulang penjelasannya disebabkan ketidakpahaman ketinggalan, sebisa mungkin seorang santri tidak berdehem saat sedang berhadapan dengan guru. Apabila terpaksa bersin, hendaknya mengecilkan volume bersin sebisa mungkin serta menutupi wajah dengan tangan, sapu tangan, atau tisu. Jika menguap dihadapannya, jangan sampai membuka mulut sehingga gigi Anda terlihat oleh sang Penjelasan Guru Saat di Majelis IlmuSaat guru sedang memberikan materi, baik itu di masjid ataupun di kelas, menjadi kewajiban seorang murid menyimak secara seksama penjelasan gurunya, meskipun materi tersebut sudah diketahui sebelumnya oleh murid. Simaklah seluruh penjelasan guru dengan penuh antusias. Bukan malah abai dan bersikap acuh tak acuh terhadap materi yang sedang hal ini, Syaikh Az Zarnuji dalam kitab taโ€™lim mutaโ€™allim menulis ูˆูŠู†ุจุบู‰ ู„ุทุงู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ุฃู† ูŠุณุชู…ุน ุงู„ุนู„ู… ูˆุงู„ุญูƒู…ุฉ ุจุงู„ุชุนุธูŠู… ูˆุงู„ุญุฑู…ุฉุŒ ูˆุฅู† ุณู…ุน ู…ุณุฃู„ุฉ ูˆุงุญุฏุฉ ุฃูˆ ุญูƒู…ุฉ ูˆุงุญุฏุฉ ุฃู„ู ู…ุฑุฉ. ูˆู‚ูŠู„ ู…ู† ู„ู… ูŠูƒู† ุชุนุธูŠู…ู‡ ุจุนุฏ ุฃู„ู ู…ุฑุฉ ูƒุชุนุธูŠู…ู‡ ูู‰ ุฃูˆู„ ู…ุฑุฉ ูู„ูŠุณ ุจุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู…โ€œSeyogyanga bagi pencari ilmu mendengarkan ilmu dan kalam hikmah dengan menaggungkan dan memuliakan, meski ia telah mendengar satu permasalahan sebanyak seribu kali. Diucapkan, orang yang mengagungkannya setelah yang ke seribu kali tidak seperti saat ia baru pertama mendengar, maka bukan ahli ilmu.โ€Semoga Allah Swt. menjaga dan melimpahkan guru-guru kita dengan rahmat dan taufiq-Nya. Wallaahu aโ€™lamโ€ฆBaca jugaKitab Talim Mutaallim Pengertian, Isi, dan Pengarangnya
yvKdWmU.
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/629
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/256
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/466
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/955
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/945
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/674
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/654
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/354
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/675
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/387
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/51
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/102
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/944
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/261
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/220
  • cara mendapatkan hati seorang santri