PIKIRAN RAKYAT - Ungkapan "beli kucing dalam karung" berasal dari bahasa Belanda. Ungkapan aslinya adalah "een kat in de zak kopen". Kata "kat" sudah pasti berarti "kucing", sedangkan kata "zak" menunjuk beragam wadah, mulai dari "karung" hingga "saku". Karung semen di Indonesia masih sering disebut "sak".
Langkah itu setidaknya mengurangi aroma nepotisme dalam penentuan caleg. Setidaknya rakyat bisa melihat bakal calonnya sejak awal dan mereka tidak seperti membeli kucing dalam karung. Calon itu sudah diletakkan di luar "karung". Kini, konsistensi pimpinan parpol untuk menerima hasil seleksi itu menjadi taruhannya.
Walhasil, membeli barang yang tidak kita ketahui alias "membeli kucing dalam karung" adalah jual beli yang tidak sah. Misalnya: Sebagian konter HP yang pandai melakukan servis HP terkadang kulakan satu karung berisi HP dengan berbagai kondisi; ada yang mati, agak rusak, ataupun rusak parah, tanpa mengetahui kondisi satu persatu dari masing
Asal usul dari ungkapan "beli kucing dalam karung" berasal dari praktik jual beli kucing di masa lampau. Pada masa itu, kucing merupakan hewan peliharaan yang sangat populer. Namun, banyak penjual kucing yang kurang jujur dan cenderung menipu pembeli dengan menyembunyikan cacat atau masalah kesehatan yang dimiliki kucing yang dijual.