Bendayang kita tak sangka tu la sebenarnya yang Allah nak bagi pada kita. Alhamdulillah.. Rase bersyukur sangat-sangat. Walaupun mungkin berita ni dah basi (dah hampir 2 bulan dah), tapi rase kesyukuran tu masih lagi aku terasa. Bukan sebab aku hebat. Tapi yang aku perasan, sepanjang aku berada di sana, Allah yang banyak memudahkan jalan
Diapun solat seperti ayam yang mematuk beras. Jika dia berhasil mengalahkanku dan dia solat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga dia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam. Kamu tahu bahawa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keldai.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Oleh Rosalita Dian Pria kelahiran Kediri12 Juli 1957 inimengaku sejak kecil sudah menyukai kesenian, khususnya seni patung. Beliau ada Win Dwi Laksono. Tumbuh dan besar di keluarga seniman, membuat pria 57 tahun ini tertarik mengikuti jejak omnya di dunia seni patung. Sejak kecil pria yang sering dipanggil pak win ini, sudah gemar menggambar, sampai pada akhirnya beliau memilih melanjutkan pendidikan selanjutnya di Institut Seni rumahnya didaerah Kadipiro Jogja, Win Dwi Laksono menyimpan berbagai koleksi patung-patungnya. Puluhan patung-patungnya tertata rapi di rumahnya, mulai dari patung yang berukuran kecil sampai patung yang berukuran besar. Patung-patungnya pun beragam mulai dari patung bentuk wajah, patung yesus , patung bunda maria, sampai patung Soekarno. Bangunan rumah Win Dwi Laksono pun dari luar sudah sangat mencerminkan bahwa pemiliknya adalah seorang seniman. Tidak jauh dari rumahnya, berjarak sekitar 200 meter , Win Dwi Laksono membangun sebuah rumah joglo yang asri, di joglo yang berukuran cukup luas itu Win Dwi Laksono menyimpan koleksi-koleksi patungnya usai mengikuti pameran atau pagelaran patung. Sakit folio yang dideritanya sejak usia dini, tidak pernah dijadikan penghalang olehnya untuk berkarya dan melanjutkan cita-citanya untuk menjadi seorang pematung. Folio bukanlah sebuh musibah, tapi itu merupakan anugerah yang tuhan berikan untuknya. Pak Win tidak pernah mengeluh dengan keadaan yang dialaminya, bahkan dia selalu bersyukur dengan apa yang tuhan berikan pada dirinya dan keluarganya. Tuhan itu luar biasa, itulah salah satu kalimat yang selalu dijadikan pedoman dalam hidupnya. Tidak perlu minder dengan kekurangan yang tuhan berikan, karena dibalik itu semua kekurangan itu akan menjadi hal yang membanggakan jika bisa mengasah talenta yang tuhan berikan. Secara umum Win Dwi Laksono mengaku folio menjadi salah satu hambatandirinya dalam mematung, tapi jika kendala dan hambatan itu tidak dijadikan beban olehnya. Pak Win terus berkarya menghasilkan patung-patung pesanan sampai luar jawa, salah satunya adalah pesanan patung dari Raja Ampat, patung berbentuk tuhan yesus yang tingginya mencapai 20 meter. Banyak cara yang dilakukan oleh Pak Win untuk menyelesaikan patung-patung pesanan yang tingginya berukuran lebih dari lima meter. Namun, sampai saat ini dia belum pernah menolak pesanan patung, selagi masih ada waktu dan bisa diselesaikan, pak win selalu menerima pesanan patung-patung tersebut .Di galerinya yang bernuansa Joglo sangatlahsejuk karena berada di tengah-tengah hamparan sawah. Di jalan wates, tepatnya didepan Universitas Muhamadiyah Yogyakarta itulah, Win Dwi Laksono mengerjakan patung-patung pesanan dan patung-patung yang akan dipamerkan di pameranny, dibantu oleh beberapa asistenya Win Dwi Laksono menyelesaikan setiap patungnya dengan sangat cermat dan hati-hati. Win Dwi Laksono pernah membuat dua patung berbentuk tangan , yang ukurannya cukup besar, patung yang awalnya dibuatrangkanya terlebih dahulu, kemudian dilapisi tanah liat, merupakan pesanan dari salah satu pemakaman di daerah karawang yaitu San diego hills, tidak hanya dua patung berbentuk tangan Win Dwi Laksono juga sedang membuat patung perempuan yang tingginya hampir 2 meter. Segala sesuatunya dikerjakan sendiri oleh Pak Win. Walaupun dibantu asistenya, pak win tetap terjun langsung mengawasi pembuatan patung, menurutnya proses pembuatan satu patung bisa memakan waktu satu sampai tiga bulan. Ayah dari dua orang anak ini menganggap folio bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya. Win terus membuat patung, tak jarang beliau juga mendapat pesanan patung yang ukurannya tinggi dan besar. Namun dengan berbagai cara dan dibantu asistenya beliau tetap bisa menyelesaikan pesanannya tepat pada waktunya. Pak Win memberikan inspirasi, betapa kekurangan bukanlah hal yang harus disesali. Tapi buktikanlah bahwa dengan kekuranganpun kita masih bisa tetap berkarya, meski awalnya banyak orang yang memandang sebelah mata terhadap kemampuannya. Lihat Humaniora Selengkapnya
BroadcastBBM, Line, dan berbagai media sosial yang lain begitu nyaring terdengar waktu itu.Ya! Seleksi OJK sudah dibuka! Jujur waktu itu aku juga sedang hectic dengan beragai rekrutmen lain yang sedang berlangsung.Jadi, aku sempat mengulur-ulur pendaftaran onlineku di ppm-karir.com. Pendaftaran onlineku baru benar-benar kelar pada saat H-1 pendaftaran di tutup. Assalaamu’alaikum… Selamat pagiiiiii… Banyak di antara kita yang merasa hebat setelah mendapatkan kemudahan dalam menyelesaikan urusannya. Padahal, kemudahan yang kita dapatkan adalah bentuk ujian dari Allah; apakah kita pandai mensyukurinya atau tidak. Jagalah hati kita jangan sampai takabbur ketika semua urusan berjalan dengan begitu mudahnya dan lancar sesuai dengan harapan. Dan, jangan senang ketika mendapatkan pujian dari orang lain, karena takabbur itu awalnya adalah keenakan menikmati pujian dari mereka yang tengah mengagungkan kehebatan kita. Jangan sombong!! Sekali-sekali jangan!! Semua kenikmatan yang kita miliki itu karena Allah. Sudahkah kita mensyukurinya?? Tugas kita hanyalah taat, selanjutnya biarkan Allah menyelesaikan dengan cara-Nya. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus… ?? -bety-Kitamerasa hidup kita sulit, tapi pasti ada yang lebih sulit. Terhadap mereka inilah Allah meminta kita memperhatikan mereka jika ingin diperhatikan. Kita memperhatikan makhluk-Nya, maka Allah pun akan memperhatikan kita. Semoga kita menjadi ahli sedekah, yang ikhlas, yang bersahaja, yang ga ada riya'nya, dan hanya karena Allah Ta'alaa.Bukankita yang mengejarnya, Dengan sendiri nya, apa yang kita inginkan akan datang atas Ijin TUHAN. Kalau sudah 40 hari, apakah kita harus berhenti. Bukan, kita harus tetap melakukannya, 40 hari itu melatih kita agar kita terbiasa dan selalu mendahulukan Tuhan, melibatkan Tuhan sebelum kita bertindak. Kedua Allah menjanjikan begini; 'Barang siapa yang berTaqwa kepada Allah, maka Allah akan memudahkan segala urusan dan memberikan Rizqi dari arah yang tak terduga (QS: Ath Thalaq: 2-3) . Ketiga, dengan mampu mencapai derajat Taqwa, maka semestinya itu menjadi tujuan akhir dari proses kekhalifahan kita. 12ok.