Mencintaiseseorang yang sudah menjadi milik orang lain itu memang menyakitkan. Seperti cerpen cinta segitiga ini: Aku melihatnya selalu. Di tempat itu, bersama orang yang sama. Indira Rayana Putri. Dewi, pacarku yang pertama, sejak kelas 3 di SMP Kendal dan berlanjut di SMA N Kendal. Kebetulan aku dan dia sama-sama satu kelas di kelas 1/A Cerpen Karangan Sarah AuliaKategori Cerpen Comar Pertama, Cerpen Mulai dewasa Lolos moderasi pada 13 October 2022 Namaku Ulfa, aku lahir di Jakarta, 19 Oktober 1997 aku yaitu momongan istimewa dari keluarga yang memiliki usaha dibidang properti yang cukup besar di Indonesia. Kedua orangtuaku mutakadim berpisah sejak aku berumur 10 tahun, sejak saat itu aku tinggal bersama dengan bundaku meski aku lalu bersama dengan bunda hanya aku masih bisa dan masih pelalah bersua dengan ayah. Momen itu aku sempat merasa bahwa kehidupan tak koneksi adil padaku karena aku tak pernah bahagia, tak pernah aku rasakan karunia sayang yang utuhnya semenjak kedua orangtuaku aku pernah mengomong pada mereka “Aku ini anak kalian mengapa kalian lain pernah cak semau wantu untukku, tapi entah mengapa sekejap-sekejap aku murka aku tidak kuasa berujar seperti itu pada mereka kelihatannya karena mereka adalah orangtua yang telah merawat dan membesarkan aku. Perian berlalu begitu cepat lain terasa waktu begitu cepat bepergian aku mulai beranjak dewasa. Waktu ini hariku mulai bercat karena kini aku mengenal seseorang yang dapat membuatku mesem dan tertawa detik bersama dia. Dia bernama Muhammad Barap, entah cak kenapa saat bersama dengannya aku merasa nyaman aku juga merasa bahagia bersama dengannya setiap kali bersama dengannya aku selalu merasa tak sangkut-paut ada masalah selama ini. Sungguhpun kenyataannya masalah di hidupku terlampau banyak dan itu membuatku tidak wasilah bahagia, doang semejak mengenal dia aku merasa sira dapat menjadi tempatku bersandar aku senggang bertemu dengannya di ujana sekolah pertemuan yang tidak disengaja, namun pertemuan itulah yang menjadi mulanya kisahku dengan dirinya. Saat itu musim dimana seleruh siswa di sekolahku diharuskan bersama dengan temannya doang aku yang memang jarang n kepunyaan teman merasa mencacau aku harus bagaimana, dan disaat kegelisahan itu cak bertengger embung dengan tanpa ragu menggenggam tanganku sambil berkata “Ulfa ayo kita datang bersama ke sekolah” ucap sulung padaku. Dan saat itu kami datang bersama ke programa sekolah intern rangka ulang hari sekolah kami. Saat itu semua alat penglihatan terpaku padaku dan sulung banyak khalayak orang yang memandang tak berketentuan, seakan baru hanya melihat keadaan aneh. Aku yang berjalan di sebelah sulung hanya boleh bepergian canggung dan tidak boleh berkutik karena aku tau bahwa banyak siswi yang tak suka melihatku berjalan bersama dengan sulung apalagi ketika itu sulung menggandeng tanganku dan berjalan beriringan dengan diriku, aku nan berjalan bersamanya hanya dapat merunduk malu karena aku tau bahwa oponen temanku tak mengesir hal itu bahkan sulung yang dahulu nampan saat itu menciptakan menjadikan para siswi tidak tak henti hentinya memandang dirinya dan aku yang mengaram hal itu namun bisa merunduk malu karena aku merasa bukan pantas ada di dekatnya, sulung yang juga anak tunggal bermula batih konglomerat nan lewat kaya di Indonesia memiliki daya tarik yang luar sahih berkarisma kepada kehidupan pergaulannya. Lain dengan diriku nan lebih menutup diri dari kebanyakan teman temanku di sekolah dan aku yang lebih tertarik dengan duniaku sendiri, biarpun begitu sulung yang naik daun dan menjadi idola di kalangan murid murid di sekolahku terutama para siswi yang terus saja mengejar wayan ke manapun dia menjauhi mereka pasti akan selalu mengikutinya. Seiring berjalannya hari aku dan wayan semakin dekat dan kami semakin sering bersama, aku nan saat itu belum ikatan roboh cinta kepada laki junjungan manapun seperti merasakan sesuatu nan aneh di diriku hatiku seperti bergetar hebat setiap kali bersama dengan dia setiap kali anda menggenggam tanganku, aku sama dengan ingin gagap ke angkasa setiap kali dia menatap mataku hatiku menjadi mulai sejak bunga. Sebagaimana saat itu kami yang sedang berada di taman sekolah membahas pelajaran bersama tak sengaja berbenturan pandang tatapan yang beliau berikan padaku punya arti tersendiri saat kami sama sama terdiam dengan manah kami masing masing dengan sengaja anda mencubit pipiku yang memang sedikit gembil aku yang kesakitan karena pipiku dicubit olehnya hanya bisa berbicara “Ih barap sakit tau kamu iseng sekali” ucaku cak sambil cemberut dan menekuk wajahku dan dengan minus rasa bersalah dia hanya berkata “Abis kau tembem sih dasar ulfa gembil” ucapnya enteng tanpa beban. Aku masih belaka menekuk wajahku sebal karena engkau tak meminta maaf padaku, melihatku yang masih sahaja cemberut menekuk wajahku dia bertutur “Maafkan aku ya tembam aku janji tidak akan mencubit pipimu lagi, ayolah mesem lagi ya ulfa jangan cemberut demikian ini kamu akan terlihat lebih elok jika wajah cantikmu itu kau pasrah cacat saja senyum manis nan tulus ayolah kumohon” ujar sulung padaku. Mendengar kata perkenalan awal sulung tadi aku mulai tersenyum tak hanya senyum aku lebih-lebih tertawa selepas melihat wajahnya nan memohon itu sangat gecul wajah baki sulung jadi terlihat lucu selepas sira memohon padaku bakal tersenyum, “Baiklah aku akan tersenyum asalkan kamu berikrar padaku jangan mencubit pipiku pun” ucapku padanya “Baiklah tembem aku berjanji padamu tembem” ucapnya padaku. “Segala apa gembil kau ini dasar item menyebalkan” teriakku di depan wajahnya dan kamu hanya tertawa “Haha item item kereta api tau kendati item banyak yang ngantri” ucapnya sambil tertawa. Melihat itu aku merasa bahagia oh tuhan apakah ini? Kok hatiku selalu bahagia dan nyaman saat bersama dengannya, apakah aku ambruk cinta padanya? Pada sulung yang baru menjadi sahabat baikku, benarkah ini haruskah aku menjarang darinya agar tak cak semau problem dikemudian hari. Atau haruskah aku mengatakan padanya bahwa aku menyayangi dirinya? Tapi akankah beliau akan menerima diriku atau terlebih sebaliknya?. Periode hariku saat ini berubah aku kini mulai belajar bakal merenggang darinya karena aku takut kecewa padanya, namun meskipun aku menjauh darinya tetap saja ia yang selalu mendekatiku sebagaimana semalam saat medium di sekolah aku memintal untuk loyal congah di dalam kelas karena aku senggang beliau pasti sedang mampu di taman panggung kami dulu absah bersama, dan benar saat aku madya berada di kerumahtanggaan kelas ada temanku yang menegurku sekali lalu berbicara “Ulfa kau bukan ke taman?” tanya temanku linda “Ah tak tali tap aku lagi tak ingin ke taman, memangnya kenapa?” tanyaku kepadanya “Itu si wayan dia sedang menunggumu ditaman di panggung protokoler kalian sparing bersama” tutur linda “Oh
 Ya mengapa dia ada di sana?” tanyaku “Entahlah mana tahu dia sedang menunggumu di sana” jawab linda. Oh almalik apa iya embung menungguku di tempat normal kami berlatih? Tapi mengapa dia menungguku? Kulirik arloji yang ada di tanganku saat ini sudah lalu pukul sore selincam juga bel masuk tuntunan terakhir mengapa engkau masih menungguku, biasanya jam segini seharusnya dia sudah gemuk di dalam kelas mengapa anda masih menungguku? Aduh aku merasa tidak enak padanya bagaimana ini apa yang harus aku untuk ya? Tring
 Oh handphoneku berdering oh wanti-wanti turut rupanya, tapi pecah bisa jadi ya? Dengan sigap kubuka wanti-wanti sumir yang ada di handphoneku itu dari barap? Ya tuhan ternyata engkau yang mengirim wanti-wanti padaku From Sulung “Ulfa kamu di mana? Aku sudah menggumu sejak tadi” isi wanti-wanti darinya, bagaimana ini segala yang harus aku buat? Baiklah lebih baik aku menemuinya saja daripada belakang hari aku jadi tidak enak padanya kesudahannya kuputuskan lakukan menemui sulung yang semenjana berada di taman sekolah. Dan ketika aku berdapat beliau di taman sekolah kulihat dia sepertinya kamu sudah lama menungguku kuhampiri dia yang sedang duduk di bangku taman tempat kami stereotip berlajar dan saat aku menghampirinya aku merasa tinggal bersalah padanya karena aku membuatnya menunggu sebatas jam segini kulirik arlojiku sekarang pukul petang entah mutakadim berapa lama dia menungguku dan ketika aku mewah di dekat balai-balai ujana yang sedang anda tempati aku berdeham “Embung
 Apa ia sudah lama di sini?” tanyaku padanya tidak ada jawaban pecah mulutnya namun, seketika kamu beranjak mulai sejak duduknya dan langsung memelukku dengan erat aku terdiam seketika. Tak kusangka dia akan memelukku begini dan ternyata kejutan darinya belum usai. “Kamu menangis” “Sulungku menangis” suka-suka apa ini tuhan mengapa beliau menangis? Segala nan mutakadim terjadi padanya? Dengan sewaktu aku membalas pelukkan darinya dan berbisik di telinganya “Mengapa kau menangis? Apa yang terjadi padamu? Apa kau baik baik saja?” tanyaku berbisik tepat ditelinganya. Dan bukan menjawab semua pertanyaanku engkau justru terus saja menangis hingga alhasil aku memintanya untuk duduk kembali di amben taman tempatnya menungguku, tanpa melepas pelukannya padaku dia menatap mataku dan di kerumahtanggaan kedua bola matanya kulihat ada rasa takut dan kecut hati dan aku tau tatapan itu karuan ditujukan padaku. Sekejap aku terdiam karena hatiku seperti mana teriris maka itu tatapannya, ketika itu kugenggam tangannya dengan optimistis dan kumulai perundingan “Barap kau belum menjawab pertanyaanku” ucapku padanya “Ulfa mengapa kau menjarang dariku? Segala kau murka padaku?” ucapnya padaku aku hanya menggeleng. “Lewat kenapa? Kenapa kau menjauh dariku apa berbuat salah padamu?” tanya sulung padaku, “Bukan kau tidak berbuat itu sesungguhnya aku menjarang darimu bukan karena aku membenci dirimu sulung seandainya kau tau apa alasanku dia pasti menjauh dariku” ucapku padanya dengan indra penglihatan ki mawas kaca, dan entah apa yang terjadi padanya kamu refleks memelukku dan bertutur “Kumohon ulfa jangan menangis katakan semata-mata aku bukan akan meninggalkanmu aku berjanji” ucapnya padaku kesudahannya aku mengatakan apa yang kurasakan. “Sulung jujur aku tercantol padamu, tapi aku takut jika engkau akan pergi meninggalkanku” ucapku dengan meyakinkan padanya. Ternyata dia justru berkata padaku dia pun mencintaiku apalagi sejak mula-mula kami ganti mengenal. Aku terkejut mendengar jawabannya barusan setakat aku memeluknya dengan kencang hingga dia enggak boleh bergerak dan dia berkata padaku “Iya tembem aku adv pernah kamu bahagia tapi apa kau tidak bisa lebih halus sedikit denganku hah tembem” ucapnya padaku. Waktu ajal setelah pernyataan cintanya padaku aku berpikir jika kami empat mata mutakadim menjadi sejodoh puspa hati hanya ternyata aku keseleo, aku yang terlampau menyayanginya malar-malar mujur butir-butir yang membuatku kaget mendengarnya, amanat nan mengatakan sekiranya wayan berpacaran dengan anisa tara sekolahku lagi semata-mata saja aku barap dan anisa berbeda jurusan jika aku dan barap adalah anak jurusan IPA anisa ialah pesuluh jurusan IPS. Sejujurnya aku tawar hati mendengar berita itu dan aku masih berharap seandainya berita itu sahaja berita bohong yang dikarang oleh seluruh n antipoda lawan sekolahku mudahmudahan aku dan sulung menjadi jauh dan tidak terlalu cangap bersama. Saja ternyata dugaanku pelecok ternyata pemberitaan yang aku tangkap suara dari saingan temanku itu bermartabat memang sopan sekiranya wayan dan anisa berpacaran saat itu bau kencur aku tau jika ternyata anisa lah yang meminta sulung untuk menjadi kekasihnya dan yang membuatku kecewa dan sakit hati adalah sulung mengakui keinginan dan petisi anisa minus memikirkan perasaanku terlebih dahulu tuhan adilkah ini? Mengapa seperti ini disaat aku sudah lalu beriman jika dia mencitaiku juga kok malar-malar dia yang merusak kepercayaanku kepadanya dan itu membuatku merasa pengecut dan gempa bumi hati, sepulang sekolah aku duduk di taman sekolah. Masa ini kenangan manis itu berubah menjadi kosong seolah tak pernah terjadi hal sani itu di intern hidupku dan hidupnya karena pada kenyataanya sulung kini berubah. Dia bukan pula wayan yang kukenal bukan sulung nan dulu memeluku bukan wayan yang menangis karena tak bertemu denganku, dan dia bukanlah wayan yang buatku terikat tuhan aku kecewa mengapa disaat seperti mana ini disaat seharusnya aku bahagia bersamanya dia justru menghindari meninggalkanku dan memilih bersama anisa sonder perduli bagaimana persaanku. Apalagi dia tak sangkutan bertanya apakah aku mengetahaui mengenai hubungannya dengan anisa atau bukan, betapa aku kecewa atas sikapnya padaku nan seolah tak cak semau nan membuat hatiku terluka. Bahkan anda seolah tak peduli dengan perasaan dan keadaan hatiku hati yang dulu pernah bercita-cita punya hatinya sekarang jangankan bertanya memandang langsung diriku saja dia seolah lain sudi lagi memandang mataku dia tidak mau sampai-sampai sekedar bertanya bagaimana perasaanku waktu ini dia tak melakukannya. Tuhanku mengapa aku harus merasakan ini semua aku mencintainya dengan kudus aku menerimanya apa adanya aku enggak pernah memaksudkan dirinya menjadi sosok lain aku cuma mohon padanya untuk membuatku bahagia kendatipun sekedar tersenyum, belaka jika saja dia melakukannya dengan safi sungguh aku bahagia. To Sulung “Hai embung segala takrif? Aku tangkap suara ia berpacaran dengan anisa benarkah itu? Cak kenapa beliau tak perikatan cerita denganku?” tuturku kepadanya melangkaui pesan singkat. Tring To Ulfa “Maafkan aku ulfa aku tak memberitahu padamu yang sebenarnya, memang benar aku sekarang berpacaran dengan anisa tapi itu semua keinginannya bukan keinginanku. Kabarku baik bisakah kita berbenturan sepulang sekolah di yojana biasa?” balasan mulai sejak sulung di handphone tadi membuatku sakit, tapi aku mengepas mesem meski aku mesem kecut seusai mendaras pesan itu sekaligus namun aku letakan handphoneku di atas meja. Sepulang sekolah aku pula berjalan ke taman sekolahku dengan langkah loyo aku menuju tempat biasa aku duduk di taman itu tempat yang nyaman. Hingga di sana aku mengintai embung sedang duduk di dipan yang aku tuju aku tetap berjalan hingga momen aku sampai di bangku itu kulihat wayan duduk dengan memandang ke depan doang tatapan matanya kelihatan keruh sebagai halnya ia medium banyak problem melihatku dia sekalian membuka pembicaraan “Ulfa kau nomplok aku pikir kau bukan akan menclok karena kau marah padaku” ucapnya padaku, “Iya aku datang saja aku nomplok enggak lakukan bertemu denganmu aku nomplok bakal mengenang kenangan manis bersama orang yang kucintai” jawabku. Wajah sulung seperti kagat mungkin karena aku mengomong seperti itu dan sulung akhirnya berkata “Maafkan aku tapi betapa aku memang mencintaimu dengan setulus hatiku dan soal anisa aku terpaksa” tutur barap, “Benarkah itu jadi bagaimana waktu ini denganku? Dengan hatiku?” tanyaku akhirnya dia berujar “Jika kau cak hendak menunggu aku pasti akan kembali padamu” ucapnya, “Baiklah tapi jujur aku kecewa padamu” ucapku padanya. Cerpen Tulisan Sarah Aulia Facebook Sarah Aulia Sarah Aulia lahir di Jakarta 17 April 1999, siswi di SMK Muhammadiyah 15 Jakarta. Siswi kelas XII Multimedia ini memiliki hobi dan minat internal sastra dan kesenian terutama seni musik, bertekad menjadi carik, penyanyi, dan ahli n domestik bidang IT dan Multimedia. Mempunyai moto umur “ Sahabat dan anak bini yaitu pengobar,. Email sarahaulia14045[-at-] Facebook Sarah Aulia Nomor HP 085811252658 Cerpen Cinta Purwa Yang Menyakitkan merupakan cerita ringkas karangan Sarah Aulia, dia dapat mengunjungi pekarangan eksklusif penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. “Dia demen cerpen ini?, Share donk ke temanmu!” Share ke Facebook Twitter WhatsApp ” Baca Lagi Cerpen Lainnya! “ Pejuang Semenjak Pinggul Oleh Muja_Aulia Malam sedang terang disinari cahaya bulan purnama. Disertai sinaran tanda jasa yang ingin menunjukkan keindahannya. Namun, di balik keindahan itu tersembunyi keangkuhan. Persis sebagaimana sebagian makhluk. Di sebuah rumah yang Pelita Hati yang Kerontang Makanya Khoirur Rozikin 3 Desember di bumi Jatisari Awan hitam menyelimuti pagi itu. matahari seakan enggan menunjukkan kegantengan semarak putihnya. Nyanyian istiqomah pelir pipit tak juga terdengar di seantero telinga manusia, seakan Hancurnya Persahabatanku Karena Cinta Oleh Ikke Binar Vita Sari Polos ialah riuk suatu siswi di kelas Busana 2 di SMK paling kecil populer seSurabaya, anda memiliki seorang sahabat dekat bernama Putri. Mereka sudah seperti perangko dan amplop yang lengket Forgive Berpenyakitan Oleh Dini Kartika Aku masih tersenyum memandangi indah dandan bunga mawar saat bel tanda masuk berbunyi. Yah, buyar deh kegantengan pagi ini. Ditambah lagi kehadiran koteng Alfi di kelas bawah, anak gusuran berpokok Still Have Them Oleh Tricia Ofelia Wijaya Gelegar hujan membangunkan Lucy dari tidur yang setengahnya mimpi buruk. Upik itu mengerjap-ngerjapkan matanya cak bagi mengusir kantuk, dahulu melirik penanggalan nan diletakkan di atas kenap di jihat tempat tidurnya. “Hai!, Apa Beliau Suka Bikin Cerpen Juga?” “Kalau iya
 jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui pelataran yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu katib cerpen dari seluruh Indonesia telah turut menghidupkan loh, bagaimana dengan kamu?”
\n \n cerpen cinta pertama yang menyakitkan
Waktupertama ku masuk SMA terbayang sosok seorang yang berdiri disampingku yang sedang mengikuti masa orientasi siswa MOS. Cinta yang bertepuk sebelah tangan memang menyakitkan. Tapi herannya Cerpen Cinta tentang Patah hati cerpen putus cinta danatau cerpen cinta yang bertepuk sebelah tangan justru banyak di minati oleh para pembaca
Cerpen Cinta – Kisah yang paling bosor makan diangkat menjadi sebuah cerita pendek adalah cerpen gelojoh. Cerpen ini akan mengutamakan cerita pelalah sang tokoh penting dengan ending yang dibuat sedemikian menarik di adegan akhir. Beberapa konflik kali akan dimunculkan. Cerpen adalah sebuah karya sastra yang penokohannya hanya berfokus pada suatu orang serta tinggi ceritanya yang hanya sedikit. Rata-rata cerpen ditulis dengan tema perorangan seperti mana kisah sehari-hari atau tambahan pula kisah pribadi. Cerpen dengan tema majuh ditujukan lakukan penggemar karya jasad dari umur 15-20 tahun. Karena cerpen caruk ini mengandung cerita yang membawa narasi percintaan remaja. Neko-neko Cerpen Besar perut 1. Cerpen Cinta Romantis 2. Cerpen Cinta Sedih 3. Cerpen Cinta Segitiga sama 4. Cerpen Cinta Pertama 5. Cerpen Cinta Islami Macam-macam Cerpen Majuh Cerpen cangap sendiri dibagi kembali menjadi beberapa bagian tema yang bisa dijadikan referensi bagi yang mau membacanya. Varietas-keberagaman cerpen cinta ini mengandung inti narasi nan berbeda plong setiap bagiannya. Merujuk pada cerpen sendiri, sudah pasti isi dari cerpen rajin ini akan dibuat padat serta menarik dari segi ceritanya. Berikut ini yaitu beberapa jenis cerpen cinta yang akan dibahas. 1. Cerpen Comar Romantis Cerpen Bosor makan Sentimental Sesuai dengan namanya cerita ini mengisahkan sebuah cerita romantis anak muda. Biasanya macam cerpen begitu juga ini banyak disukai, karena kisahnya yang manis dan romantis. Sama dengan paradigma cerpen berikut Perawan mungil itu turut kedalam sekolah barunya. Dengan tustel yang terampai di lehernya serta tas di punggungnya. Amoi itu tetap berjalan sekali lalu mengecap bilang orang yang masuk bersama dirinya. Benda yang ia cari dari tadi pun ditemukannya. Gadis itu mencari namanya di gawang mading itu dan menemukannya. Baca Pun Contoh Cerpen Romantis 7-A Allirania Westora Lalu dia memperhatikan satu persatu nama teman nan berada di kelasnya hingga ia berhenti di satu tera. Zidan Malvianer Minus sadar, ia tersenyum saat melihat nama itu. Lira melanglang kembali serempak berburu kelasnya. Saat membias, sonder ingat ia menabrak seseorang yang menyebabkan anda terjungkal ke pantat berbarengan menatap ke sisi hamba allah yang menabraknya. Lira terpaku saat orang itu menjengukkan tangannya untuk menolong. “Maaf, tadi gue gak liat jalan.” Lira tetapi diam berbarengan menatap makhluk itu yang sekarang memaksanya untuk pulang ingatan. “Anak plonco?” Lira memperhatikan style orang di hadapannya itu dalam diam. Headphone, ransel serta kupluk nan warnanya semua hitam. “Kelas berapa.?” Lira menatap mata khalayak nan berada di hadapannya. Mengalihkan perhatiannya dari penampilan bani adam itu. “Nama lo?” Lira terperanjat. Orang itu menatap Lira lembut sambil menunggu jawaban Lira. “Li..Lira.” Balasannya suara tanah lapang itu keluar dari mulut Lira. Walaupun dengan cemas dan sedikit menggigil. “Ooh, nama lo Lilira. Gue Genta. Inferior 11 IPA 2. Udah milih mau ekskul barang apa? “Enggak Lilira tapi Lira. Inferior 10 Bahasa 1. Hmm.. Mana tahu fotografi, kak.” Lira tanpa pulang ingatan tersenyum sambil menyembunyikan raut merah di wajahnya. “Oke. Gue rebut dulu ya, Lira. Sorry, udah cak bagi lo jatoh tadi. Bye.” Lira menatap Bel nan bepergian menjauh melewatinya dengan senyuman yang tersungging di bibirnya. “Namanya Genta.” gemam Lira. Lira berjalan turut ke dalam kelasnya dan menemukan palagan nihil di pojok belakang kelasnya. Engkau mengambil tempat di sana dan melepas pemotret nan terjemur di lehernya tadi. “Hai, gue boleh duduk disini?” Lira mencugat dan menatap merek yang tertera di name tag seragam cowok itu. “Dapat. Salam kenal, Zidan.” 2. Cerpen Cinta Terharu Cerpen Cinta Sedih Farik dengan cerpen sebelumnya kisah yang satu ini tak mencerminkan keromantisan. Justru mengistimewakan kisah yang terbilang sedih. Begitu juga ini kamil cerpennya Aku menyanyikan lagu It Will Rain peruntungan Bruno Mars sambil memandangnya di tengah cafe. Duduk di tempat favoritnya dengan pesanan nan setolok setiap harinya. Dia doyan lagu ini. Karena itu anda selalu tersenyum memandang lurus ke depan dan adakalanya berdendang. Bagian terbaiknya, dia majuh turut meratus di bagian reffrain. Maka dari itu, suaraku cangap agak kupelankan semoga aku dapat mendengar suara indahnya. Gadis ini kehabisan penglihatannya setahun yang lalu. Itu nan kutahu. Dan setelahnya, aku mengajaknya ke cafe ini dan mendengarkanku bernyanyi. Yeah, aku ingin menciptakan menjadikan dirinya menjadi milikku hanya.. “Sering, kamu disini. Kita pulang ya,” ..Itu enggak mungkin. Koteng lelaki menghampirinya nan ku tahu bernama Adly, ternyata sira tunangannya. Sehabis aku menemukannya di taman dan mengajaknya ke cafe, pada hari itu pula hatiku patah detik melihat kenyataannya. 3. Cerpen Cinta Segitiga Cerpen Cinta Segitiga sama Mencintai seseorang yang sudah lalu menjadi milik orang lain itu memang menyakitkan. Sebagai halnya cerpen cinta segitiga sama ini Aku melihatnya selalu. Di medan itu, bersama orang yang sama. Indira Rayana Gadis. Seorang cewek yang menjadi idola di kampus dan sering aku pandangi dari kejauhan. “Hai sayang,” No. Itu tak panggilannya terhadapku. Lain juga suaraku nan memanggil dirinya. Itu suara Agna, inai Raya yang selama setahun ini menemani hari-hari gadis itu. Bagiku, saat dimana Raya memanggil namaku adalah kepelesiran semu. Aku hanyalah bayang-bayang Raya. Aku bukan pernah dianggap terlalu berarti di vitalitas Raya. Hanya berusaha cak acap cak semau disaat beliau pelir. “Arich, boleh bantuin lubang engga?” Aku tetapi tersenyum jikalau Raya sudah menghampiriku dengan wajah puppy facenya yang unik. Raya selalu menclok padaku jika dia butuh sesuatu. Dan aku, cuma bisa menuruti semua maunya. Raya menangis. Kali ini Agna tidak menimbangi pesan singkatnya. Raya berdasar di pundakku dengan isakan yang masih terdengar di telingaku. “Gua tekor apa, rich? Agna selalu aja ki berjebah gitu. Dia anggep gorong-gorong ada gak sih, dia anggap korok tabo bukan sih.” racaunya spontan mengusap air mata yang berputar di pipinya. Andal saja. Aku sudah cak hendak membuat tanda di pipi Agna saat ini. Dia enggak berhak membuat Raya menangis seperti ini. “Andai, Agna seperti elo, Rich. Boleh jadi air mata sialan ini tidak akan keluar berpokok ain liang.” Deg. Raya andai kamu tau. Aku engga akan biarin kamu nangis berkecukupan gini. “Aku tetapi mau kamu tau, kalo sejauh 2 masa ini perasaan itu ada. Selalu merecup tanpa aku sadari. Selalu berpendar jika ia di dekatku.” Dia remang disana. Dengan wajah yang pengecut. Aku tau. Keputusan yang aku buat boleh mengapalkan dampak osean. Dan itu terlihat di matanya. Kekecewaan nan ki akbar. Aku merem mata sejenak sembari menyerobot ludah yang mengganjal di halkum. Aku siap. Apapun itu. Apapun jawaban di sikapnya, aku siap menerima resikonya. Baca Juga Cerita Mambang 4. Cerpen Besar perut Pertama Cerpen Buruk perut Pertama Terpesona untuk permulaan kalinya memang terasa aneh dan pelalah membuat dalaman deg-degan. Setiap hamba allah pasti mengalami caruk pertama, tapi entah kapan rasa itu tumbuh. Sama dengan cerita cak acap pertama berikut ini Bian ini teman sekelasku di SMP. Dulu, kami tidak terlalu intim sebatas akhirnya penanggung jawab kelasku menunggalkan siswa-siswi dalam satu meja. Detik itu aku berkenalan dengan Bian. Bian itu dulu bukan sama sekarang. Tingginya dulu sepantaran denganku. Namun, saat kelas bawah 8 engkau masuk ekskul voly dan detik itu aku menyadari, Bian telah menjelma menjadi cowok macho dan kharismatik di mataku. Bian bukan sama dengan Arjuna dalam pentolan pewayangan yang serba sempurna. Bian hanyalah Bian. Dengan segala kehangatan dan kekonyolannya nan kadang diluar wajar. Bian enggak pernah mau disamakan dengan most wanted di sekolah. Meski aku terkadang suka melihat beberapa siswi menahan nafas saat melihat Bian, tapi Bian lain peduli. Dia sekadar mau menjadi dirinya koteng. Entah sejak bilamana perasaanku pada Bian merecup. Yang jelas, tiap aku berdekatan dengannya degupan jantungku gelojoh lebih cepat dan pipiku yang merona biram. Menyatakan perasaanku? Sama sekali tidak pernah terfikir internal benakku untuk bilang suka’ atau bahkan sayang’ sreg Bian. Hanya satu nan kusyukuri, aku dapat melihat sorot alat penglihatan teduhnya dan terkadang senyum manis dengan lesung pipit di kedua pipinya terbingkai luhur di wajahnya. “Na, pulang sekolah nonton marilah.” ucapnya. Aku tersadar berusul lamunan panjangku selama Bian menonton Gladys latihan. Deg. Dadaku berdegup lebih cepat. Bian memang adv amat dekat denganku. Hampir semua kegiatannya ia lewati bersamaku. Tapi, mengapa ajakannya kali ini berefek besar pada jantungku? Baca Juga Cerita Hikayat 5. Cerpen Cinta Islami Cerpen Cinta Islami Dua insan yang terbawa sekadar setia ingin mempertahankan keteguhan imannya. Hal tersebut membuat keduanya memanjakan dalam diam sampai akhirnya waktu nan mempersatukan. Inilah teoretis cerpen gegares yang islami Santriwan dan santriwati mulai berdatangan ke pesantren. Dengan membawa tas segara untuk bekal mereka selama ki berjebah disana. Beberapa ustad dan ustadzah terpandang menyambut mereka dengan senyuman hangat. Salam dan sapa terdengar bersambutan dari mereka sehingga pelataran pintu setakat halaman pesantren penuh dengan para santri. Bersamaan dengan para santri yang baru ikut. Hari itu, gadis dengan kerudung biru menatap gerbang pesantrennya dengan getaran awak nan lumayan kencang. Baru pertama kali beliau meluluk pesantren dan mungkin ini anda harus dahulu terpisah dengan keluarganya. Baginya, ini adalah camar duka pertama siapa berjarak berusul orang tuanya. Dan, pertama kalinya ia merasakan sekolah khusus selam seperti ini. Tas yang dibawanya lumayan osean hingga ia lumayan kesusahan membawanya. Sampai sebuah tangan menahan tasnya dan sekali lagi membuatnya berpaling. Seorang santriwan menatap tas besarnya habis mengambil alih pegangan tas yang sudah terlepas dari tangan gadis itu. “Santriwati baru, ya? Di kamar mana?” Cak bertanya santriwan yang masih belum dijawab oleh gadis itu. Gadis itu akhirnya merunduk malu detik santriawan di hadapannya tersenyum lebar. “Kamar Khadijah, akhi.” Jawabnya pelan. Santriwan itu berjalan dengan menenteng dua tas di antara kedua tangannya. Matanya menatap lurus ke sebelah jalan tanpa menoleh ke arah amoi yang berjalan dengan malu di belakangnya. Gadis itu menatap punggung santriwan yang membantunya. Punggung besar individual pria itu barulah permulaan bisa jadi dilihatnya. Keluarganya sahaja beranggotakan pemudi karena figur seorang ayah sudah lama meninggal. Santriwan itu berbelok dan menghadap gerbang kamar santriwati. Langkahnya terhenti dan melongok ke sebelah gadis nan masih melanglang dengan menyerah. Sebatas akhirnya pejabat gadis itu melanggar dada santriwan yang sudah melulum senyum. “Afwan Akhi. Saya tidak lihat tadi.” Ucap gadis itu cepat. Santriwan itu tersenyum renik. “Nama ukhti siapa?” Tanya santriwan itu pelan. Gadis itu start kesulitan menyembunyikan rona merah di wajahnya. Sembari mewakili tas besarnya, gadis itu perlahan mengangkat kepalanya hingga matanya bertemu dengan mata santriwan itu. “Cap saya Naira, Akhi.” Ujar gadis itu pelan. “Nama saya Ali, Ukhti.” Balas santriwan itu. Debaran itu mulai unjuk diiringi dengan rasa menghangat di hati keduanya. Senyuman yang tersungging silih berbalas. Dengan mata yang memandang malu-malu, keduanya ubah menahan senyuman yang semakin gempal. Itulah sejumlah spesies dan penjelasan cerpen rajin yang dapat dijadikan teks nan ringan dan menyenangkan hati. Cerpen cangap akan menimbulkan kesan mendalam cak bagi pembacanya. Sesuai dengan tema yang dibawakan. Pembaca akan hanyut dengan cerpen majuh nan dikarang oleh sang penulis dan terpukau akan suasananya. Terutama jikalau cerpen cinta itu dibawakan dengan baik dan penyampaiannya cerita yang bukan berpiuh. Cerpen Cinta
Takterasa kita sudah mau 3 bulan melewati hidup ini bersama, canda dan tawa sudah kita rasakan, dan tangiisan yang selalu mengiring langkah ku, di setiap hari dia tak memberi kabar yang jelas pada ku, aku sayang sama kamu, tapi kamu ragu menjalani hubungan kita lebih jauh karena banyak perbedaan di antara kita itu alasan mu, memang kamu tak pernah bilang alasan itu dari bibir manis mu, tapi aku sadar semua itu, dan tentang masalah kita di tempo hari, yang membuat pertingkaian hebat di Berikut ini merupakan kumpulan Cerpen Cinta Pertama terbaru karya para sahabat cerpenmu yang telah diterbitkan, total diketemukan sebanyak 389 cerita pendek untuk kategori ini. Untuk mencari cerita pendek Cerpen berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini! My Woman is My Role Model Cerpen Kiriman Frnsiska Lolos Moderasi Pada 4 June 2023 Jujur. Gue masih trauma dengan apa yang terjadi setahun lalu. Saat duniaku masih ada didekatku, namun ku selalu gagal menjaga dan melindunginya. Sungguh ku ingin memutar balikkan waktu. 1 tahun yang lalu
. Gue adalah Vero Allexander. Gue adalah anak » Baca lanjutan ceritanya... Aku, Kamu dan Senja Kala itu Cerpen Kiriman Arunika Wardani Lolos Moderasi Pada 21 May 2023 Malam semakin larut ketika aku membuka jendela kamar, diluar suasana sepi bahkan terasa sedikit menakutkan. Aku berdiri di depan jendela, menatap para bintang yang terlihat jelas di langit pedesaan. Aku berpikir, kapan terakhir kali aku menatap bintang dan bulan » Baca lanjutan ceritanya... Kamu, Hujan dan Kenangan Cerpen Kiriman Nimas Redisti Pradnya Paramita Lolos Moderasi Pada 1 May 2023 Dia adalah pangeranku, aosok yang memikat hatiku dengan senyumnya yang menawan. Bagiku dia adalah mimpi, yang selalu ingin kugapai. Bermula dari rasa kagum, yang semakin berkembang tiap harinya. Perasaanku padanya tak dapat diungkapkan oleh kata. Hari ini masih sama, » Baca lanjutan ceritanya... Unexpected Sesuatu Yang Tak Terduga Part 2 Cerpen Kiriman Vinzza A. Lolos Moderasi Pada 1 May 2023 “Eh sorry ya aku ga liat tadi”. “Lagi mikirin apa sih sampe orang segede gini gak keliatan?”. “Ah ngga kok ngga lagi mikirin apa apa, sekali lagi sorry ya ngga sengaja nabrak, aku duluan yaa” tanpa menunggu jawabannya aku » Baca lanjutan ceritanya... Unexpected Sesuatu Yang Tak Terduga Part 1 Cerpen Kiriman Vinzza A. Lolos Moderasi Pada 1 May 2023 Hai namaku Alesya Putri biasa dipanggil Lesya. Ini tentang kisah cintaku di zaman putih biruku, lebih tepatnya cinta pertamaku. Orang bilang “cinta pertama selalu gagal”, dan aku setuju akan hal itu. Pada suatu hari ketika pertama kali masuk tahun » Baca lanjutan ceritanya... Friend Zone Forever Cerpen Kiriman Candra G. W Lolos Moderasi Pada 19 March 2023 Ini adalah kisah hidupku yang menceritakan dua insan muda dengan agama berbeda yang saling mencintai, dua insan ini dipertemukan ketika berada di TK hingga kini berlanjut ke jenjang SMP, tokoh kisah ini adalah diriku dan sahabatku Rendra. Haii, namaku » Baca lanjutan ceritanya... Cinta Yang Tertunda Part 2 Cerpen Kiriman Bambang Winarto Lolos Moderasi Pada 19 March 2023 Pembangunan di Batam dilakukan secara besar-besaran sesuai arahan dari Bapak BJ, Habibie. Batam akan dijadikan seperti Singapura, kota industri, perdagangan dan sekaligus wisata. Konsep yang dikembangkan Pak Habibie sebenarnya sangat sederhana, menerima limpahan investasi dari Singapura. Jarak Singapura dengan » Baca lanjutan ceritanya... Cinta Yang Tertunda Part 1 Cerpen Kiriman Bambang Winarto Lolos Moderasi Pada 19 March 2023 Kala itu tahun 1970 an. Sehabis sholat subuh, seperti biasa aku bergegas menuju stasiun kereta api Weleri. Sekitar jam kereta api ekonomi “Bintang Malam” dari Jakarta memasuki stasiun. Surprise, kereta api tepat waktu, biasanya selalu terlambat dari beberapa » Baca lanjutan ceritanya... Cinta Pertama Cerpen Kiriman Ahmad Riski Nur Efendi, SMPN 1 Puri Lolos Moderasi Pada 14 February 2023 Saya kebetulan satu perumahan dengan teman saya namanya Arya. Kita berdua kemana-mana selalu bersama. Suatu hari kita satu tongkrongan dan dia mengenalkanku dengan temannya yang sangat cantik namanya Aurel. Aurel satu sekolah denganku tetapi kita berbeda kelas. Aku pun » Baca lanjutan ceritanya... Pelangit Di Langit Senja Cerpen Kiriman Kennisa Fajar Utami, SMPN 1 Puri Lolos Moderasi Pada 29 January 2023 Senyum yang indah dan terlihat sangat manis menghiasi raut wajah gadis cantik. Dia yang bernama Violin gadis baik, polos dan pintar. Tiba-tiba saja senyumannya itu berubah. Ketika Violin sedang menatap hujan dari luar jendela, dan perlahan air matanya mulai » Baca lanjutan ceritanya... Page 1 of 391 2 3 4 » Last » CerpenCinta Sedih - Penghianatan Tapi aku selalu berusaha enggak mikir yang macam-macam. aku sedih ketika mendengar dari ayah sama ibu kamu kalok kamu sekarang menjadi wanita yang pendiam mel, dulu waktu aku pertama kali mendengar kalok aku menderita penyakit leukimia aku sama kayak kamu mel, aku syok banget, makannya aku memutuskan untuk Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Dulu, di sebuah kota kecil yang sunyi, hiduplah seorang pemuda bernama Ivan. Dia adalah sosok yang cerdas, penuh semangat, dan berbakat dalam bidang teknologi. Ivan memiliki impian besar untuk membangun sebuah perusahaan teknologi yang inovatif dan sukses. Namun, di balik kecerdasannya, ada satu hal yang selalu menghantuinya jatuh cinta pada seorang gadis bernama Gisella. Gisella adalah perempuan cantik dengan senyum yang memikat hati. Mereka berdua bertemu di kampus yang sama dan menjadi teman dekat. Namun, sayangnya, Ivan tidak pernah berhasil mengungkapkan perasaannya kepada Gisella. Setiap kali dia mencoba, kata-kata terjebak di tenggorokannya dan rasa takut menguasai hatinya hancur karena cinta yang tidak terwujud, Ivan tidak menyerah begitu saja. Dia memutuskan untuk mengalihkan perhatiannya pada impian bisnisnya. Ivan mulai mengasah keterampilannya dalam dunia teknologi dan mempelajari bagaimana membangun bisnis yang sukses. Dia belajar keras, mencari inspirasi dari para pengusaha hebat, dan tidak pernah menyerah di hadapan rintangan. Perlahan namun pasti, Ivan berhasil menciptakan produk teknologi yang inovatif. Ide-idenya yang brilian dan ketekunannya dalam mengembangkan bisnisnya membuatnya mendapatkan perhatian dari para investor. Ivan pun mendirikan perusahaan teknologi yang mulai berkembang pesat. Namun, kesuksesan bisnisnya tidak pernah sepenuhnya menghilangkan rasa kekosongan dalam hati Ivan. Suatu hari, ketika bisnisnya semakin berkembang, Ivan secara tak sengaja bertemu kembali dengan Gisella. Mereka berdua mengobrol dan tertawa seperti dulu. Tapi kali ini, Ivan tidak lagi merasa takut. Dia mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaannya. Namun, kejutan menanti mengungkapkan bahwa dia sudah mengetahui perasaan Ivan selama ini. Ternyata, Gisella juga memiliki perasaan yang sama terhadap Ivan, tetapi dia juga takut untuk mengungkapkannya. Mereka saling berpelukan dalam kebahagiaan, merasakan kelegaan setelah sekian lama menyimpan rasa yang antara Ivan dan Gisella tumbuh dan berkembang. Mereka saling mendukung dan menjadi sumber inspirasi satu sama lain. Gisella memberikan dukungan moral kepada Ivan, memberinya motivasi untuk terus mengembangkan bisnisnya. Ivan pun semakin bersemangat dalam membangun perusahaannya, karena dia menyadari bahwa dia memiliki seseorang yang selalu ada di sampingnya, mendukung dan Ivan semakin sukses dari hari ke hari. Produknya mulai dikenal di pasar dan pelanggan setia terus bertambah. Ivan juga tidak lupa untuk memberikan kontribusi sosial melalui perusahaannya, dengan memberikan peluang kerja kepada orang-orang di sekitar dan melakukan berbagai kegiatan amal. Namun, perjalanan menuju kesuksesan tidaklah mudah. Ivan menghadapi berbagai tantangan dan hambatan yang harus diatasi. Namun, dia tidak pernah menyerah. Setiap kali ada kegagalan, dia melihatnya sebagai pembelajaran dan motivasi untuk menjadi lebih baik. Semangatnya yang pantang menyerah menjadi inspirasi bagi orang-orang di kerja keras, tekad yang kuat, dan dukungan dari Gisella, Ivan berhasil mencapai impian bisnisnya. Perusahaan teknologinya menjadi salah satu yang terkemuka di industri. Keberhasilannya bukan hanya sekadar meraih kesuksesan finansial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan menciptakan lapangan kerja yang perjuangan Ivan dan Gisella menginspirasi banyak orang. Mereka membuktikan bahwa cinta sejati dan kesuksesan bisnis bisa didapatkan dengan tekad yang kuat dan kerja keras. Keberhasilan mereka tidak terlepas dari rasa takut dan kegagalan yang mereka alami. Mereka belajar dari kegagalan dan terus berusaha untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri. 1 2 Lihat Cerpen Selengkapnya
LEBIHINDAH. "Aku benci merindukan kamu, tapi aku lebih benci lagi ketika sadar aku bukan lagi siapa-siapa kamu, satu hal yang menyakitkan dari sebuah perpisahan yang tidak baik-baik, adalah ketika rindu tak lagi bisa disampaikan, semuanya terhalang jeruji-jeruji benci, berkali-kali aku mencoba lari, lari dari kenyataan yang menghampiri
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. 1930 Hari ini adalah hari yang special untuk Ayu. Ayu bertambah 1 tahun hari ini. Di umur yang ke-16, Ayu memang masih belum mendapatkan pasangan. Dimana kebanyakan dari teman-teman sebayanya sudah menikah dan memiliki keluarga masing-masing. Ayu juga belum mau untuk menikah dan belum siap untuk memulai sebuah keluarga. Mas Bayu yang adalah kakak dari Ayu pun sudah menikah diumurnya yang menginjak 18 tahun. Bahkan Mas Bayu sudah memiliki seorang putra dan putri yang lucu. "Ayu, nanti malam ada mas Bayu dan mba Dini," ucap Laras - ibu dari Ayu. "Iya bu, Ranti dan Rama akan datang juga?" "Tentu." Ayu sudah tidak sabar bertemu dengan keponakannya yang sudah bisa jalan dan mulai berlari-lari. "Ayu, bawakan bekal untuk bapak ke kantor ya," suruh Laras. "Baik, bu," jawab Ayu. Ayu berjalan kaki menuju kantor bapaknya dengan sesekali bersenandung ria. Banyak yang menyapanya di sepanjang perjalanan. Ayu memang memiliki paras yang ayu, sama seperti namanya. Tidak sedikit pria yang mendekatinya dan melamarnya. Tetapi, Ayu menolak semuanya. Dengan alasan Ayu masih belum siap untuk menikah. "Permisi, mau mengantar makanan untuk bapak Bimo." "Silakan masuk," balas seseorang. Ayu sungguh terpana dengan orang itu. Pria tampan dengan tubuh yang tinggi dan gagah itu berdarah Netherland. Andai saja dia orang Jawa, pasti Ayu akan sangat menyukainya. "Bapak kemana ya?" Tanya Ayu kepada pria itu. "Tuan Bimo sedang pergi mungkin," jawab Pria tersebut. Pria itu menjulurkan tangannya di depan Ayu. "Sebastian." "Ayu," balas Ayu sembari membalas juluran tangan itu. Ayu tersenyum melihat Sebastian tersenyum. "Apa kau bisa menyampaikan jika ada makan siang untuk bapak?" "Tentu bisa." "Baiklah, terima kasih." Sebastian menahan Ayu. "Saya bisa mengantar kamu pulang, jika kamu mau," tawar Sebastian. Ayu sungguh senang mendengar tawaran Sebastian. Ingin menolak, tapi Ayu merasa bahwa penawaran ini tidak akan datang dua kali. "Boleh," jawab Ayu dengan malu-malu. Mereka berjalan beriringan menuju rumah Ayu yang letaknya lumayan jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki. "Berapa umurmu?" Tanya Sebastian memecah keheningan. "Hari ini aku berumur 16 tahun. Kalau kamu?" "Selamat ulang tahun, Ayu," ucap Sebastian dengan tulus. "Terima kasih." "Aku berumur 21 tahun. Pada umur 18 tahun, aku diharuskan untuk pergi ke Hindia Belanda untuk bekerja." "Kamu bekerja pada umur yang sangat muda." "Orang tua ku sudah tiada, Ayu. Aku harus bekerja dan membiayai sekolah adik-adikku di Netherland," jelas Sebastian. "Sungguh baik perbuatanmu, Sebastian. Terima kasih telah mengantarku. Hati-hati di jalan." Sebastian hanya membalas Ayu dengan sebuah senyuman yang sangat manis. Ayu baru saja memasuki rumahnya, sudah langsung diserbu dengan berbagai pertanyaan oleh ibunya, Laras. "Kamu pulang bersama siapa, Ayu? Apa itu kompeni? Kalian hanya mengobrol?" Sederetan pertanyaan itu langsung ditanyakan ke Ayu. "Dia memang kompeni, tetapi dia baik. Dia bekerja di kantor yang sama dengan kantor bapak." "Kamu tau darimana dia orang yang baik? Kamu sangat mengetahui betul bahwa bapak melarangmu untuk berdekatan dengan kompeni." "Bu, dia berbeda." "Ibu tidak mau kamu membelanya. Kamu adalah pribumi dan dia adalah kompeni. Kalian berbeda. Berteman saja kamu tidak boleh. Jangan pernah berpikiran untuk bisa bersamanya, Ayu!" tegur Laras dengan keras. "Ibu tau darimana aku mau bersamanya? Aku bahkan tidak berkata apa-apa, bu." "Masuk ke kamarmu. Nanti kita bicarakan dengan bapak." Ayu langsung berlari menuju kamarnya dan menangis sejadi-jadinya. Bagaimana bisa ibunya tau tentang perasaan yang dia miliki? Mengapa dia tidak boleh hanya berbincang saja dengan Sebastian? Apa keluarganya sebegitu bencinya dengan kompeni? Berbagai pertanyaan muncul di kepalanya. Dan air mata mengalir dengan deras menuruni pipinya. "Tuan Bimo, anak perempuanmu mengantarkan makan siang untukmu," ucap Sebastian. "Apa kau bertemu dengannya?" "Iya. Anakmu sungguh cantik dan memesona. Aku ingin bersamanya," pinta Sebastian. Bimo merasa sangat marah mendengar itu. Tidak ada satupun dari anaknya ada yang boleh bersama kompeni. Bimo langsung menuju ke rumahnya untuk bertemu dengan putri satu-satunya, Ayu. "Ayu!" panggil Bimo dengan lantang saat sampai di rumahnya. "Ayu! Dimana kamu?!" panggil Bimo dengan emosi. "Ada apa, pak?" Tanya Laras yang datang dari dapur. "Ayu dimana?" "Ada dikamarnya." Bimo langsung memasuki kamar Ayu yang tidak dikunci. "Ayu! Jangan dekat-dekat dengan Sebastian!" tegur Bimo. Ayu yang masih menangis itu pun semakin sedih. "Ayu hanya mengobrol dengannya dan dia mengantar Ayu hingga pulang." Ayu dengan susah menyuarakan pendapatnya. "Kamu tidak boleh dekat-dekat dengan dia . Dan tidak boleh bertemu dengannya lagi!" "Bapak, mengapa bapak berlebihan? Ayu hanya berbincang-bincang dengannya." "Dia menyukaimu, nak. Dia ingin bersamamu! Bapak tidak akan mengijinkannya!" "Mengapa?" "Karena dia adalah kompeni. Kamu tidak tau seberapa kejamnya kompeni terhadap kita, pribumi? Pokoknya mulai sekarang kamu tidak boleh bertemu dengannya dan kamu akan tinggal di rumah mas Bayu sampai hari pernikahanmu!" tegas Bimo. "Jangan banyak protes, Ayu. Sebastian mengetahui rumah ini sekarang. Besok pasti dia akan datang kesini untuk bertemu denganmu. Ikuti kata bapakmu," jelas Laras. Ayu hanya bisa menangis menerima fakta tersebut. Ayu sudah jatuh hati kepada Sebastian. Sebastian telah menjadi cinta pertamanya. Cinta pertamanya sungguh berakhir tragis. Bahkan baru satu hari bertemu, Ayu sudah dipaksa untuk tidak bertemu lagi dengan Sebastian. Hati Ayu sungguh remuk dan hancur. Mengapa hidupnya harus begini? Ulang tahun ke-16 adalah ulang tahun terburuk yang pernah Ayu alami. Ayu menikah satu bulan setelah kejadian. Dengan pria pilihan bapak dan ibunya. Pria tersebut lebih tua 10 tahun dari Ayu. Orang yang cukup terpandang dikotanya. Dan Sebastian, dia memang benar-benar datang keesokannya setelah kejadian tersebut. Mencari Ayu dan ingin bertemunya. Ayu masih larut dalam kesedihannya. Bahkan setelah Ayu menikah bertahun-tahun dengan suaminya, ia masih belum bisa melupakannya. Ayu sungguh-sungguh mencintai Sebastian. Setelah mengetahui bahwa Ayu sudah menikah, Sebastian memutuskan untuk kembali ke Netherland dan tinggal disana. Sebastian pun tidak menikah. Dia masih belum bisa dan belum mau menggantikan Ayu di hatinya. Hanya Ayu seorang yang ada di hatinya, hingga Sebastian meninggal dunia. Lihat Cerpen Selengkapnya Udaradingin tak mampu meredakan perih yang menusuk ulu hatiku dengan sangat menyakitkan. Memori itu berputar kembali. Percakapan yang menyenangkan dengan gadis itu. Kekonyolannya dengan memberiku nama-nama panggilan yang sama sekali aneh. Hingga kecupan-kecupan cinta antara kami, yang terjadi sehari lalu. Semuanya merajai otakku.

Cerpen Karangan Sarah AuliaKategori Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Remaja Lolos moderasi pada 13 October 2017 Namaku Ulfa, aku lahir di Jakarta, 19 Oktober 1997 aku adalah anak tunggal dari keluarga yang memiliki usaha dibidang properti yang cukup besar di Indonesia. Kedua orangtuaku sudah berpisah sejak aku berumur 10 tahun, sejak saat itu aku tinggal bersama dengan bundaku meski aku tinggal bersama dengan bunda namun aku masih bisa dan masih sering bertemu dengan ayah. Saat itu aku sempat merasa bahwa kehidupan tak pernah adil padaku karena aku tak pernah bahagia, tak pernah aku rasakan kasih sayang yang utuhnya dari kedua orangtuaku aku pernah berkata pada mereka “Aku ini anak kalian mengapa kalian tak pernah ada wantu untukku, tapi entah mengapa setiap kali aku marah aku tak kuasa berkata seperti itu pada mereka mungkin karena mereka adalah orangtua yang telah merawat dan membesarkan aku. Hari berlalu begitu cepat tak terasa waktu begitu cepat berjalan aku mulai beranjak dewasa. Kini hariku mulai berwarna karena kini aku mengenal seseorang yang dapat membuatku tersenyum dan tertawa saat bersama dia. Dia bernama Muhammad Sulung, entah mengapa saat bersama dengannya aku merasa nyaman aku juga merasa bahagia bersama dengannya setiap kali bersama dengannya aku selalu merasa tak pernah ada masalah selama ini. Meskipun kenyataannya masalah di hidupku sangat banyak dan itu membuatku tidak pernah bahagia, namun semejak mengenal dia aku merasa dia bisa menjadi tempatku bersandar aku sempat bertemu dengannya di taman sekolah pertemuan yang tidak disengaja, namun pertemuan itulah yang menjadi awal kisahku dengan dirinya. Saat itu hari dimana seleruh siswa di sekolahku diharuskan bersama dengan temannya namun aku yang memang jarang mempunyai teman merasa bingung aku harus bagaimana, dan disaat kebingungan itu datang sulung dengan tanpa ragu menggenggam tanganku sambil berkata “Ulfa ayo kita datang bersama ke sekolah” ucap sulung padaku. Dan saat itu kami datang bersama ke acara sekolah dalam rangka ulang tahun sekolah kami. Saat itu semua mata tertuju padaku dan sulung banyak orang orang yang memandang tak percaya, seakan baru saja melihat hal aneh. Aku yang berjalan di sebelah sulung hanya bisa berjalan canggung dan tak bisa berkutik karena aku tau bahwa banyak siswi yang tak suka melihatku berjalan bersama dengan sulung apalagi saat itu sulung menggandeng tanganku dan berjalan beriringan dengan diriku, aku yang berjalan bersamanya hanya bisa merunduk malu karena aku tau bahwa teman temanku tidak menyukai hal itu terlebih sulung yang sangat tampan saat itu membuat para siswi lain tak henti hentinya memandang dirinya dan aku yang melihat hal itu hanya bisa merunduk malu karena aku merasa tidak pantas ada di dekatnya, sulung yang juga anak tunggal dari keluarga konglomerat yang sangat kaya di Indonesia memiliki daya tarik yang luar biasa berpengaruh kepada kehidupan pergaulannya. Lain dengan diriku yang lebih menutup diri dari kebanyakan teman temanku di sekolah dan aku yang lebih tertarik dengan duniaku sendiri, meskipun begitu sulung yang terkenal dan menjadi idola di kalangan murid murid di sekolahku terutama para siswi yang terus saja mengejar sulung ke manapun dia pergi mereka pasti akan selalu mengikutinya. Seiring berjalannya waktu aku dan sulung semakin dekat dan kami semakin sering bersama, aku yang saat itu belum pernah jatuh cinta kepada laki laki manapun seperti merasakan sesuatu yang aneh di diriku hatiku seperti bergetar hebat setiap kali bersama dengan dia setiap kali dia menggenggam tanganku, aku seperti ingin terbang ke angkasa setiap kali dia menatap mataku hatiku menjadi berbunga bunga. Seperti saat itu kami yang sedang berada di taman sekolah membahas pelajaran bersama tak sengaja bertemu pandang tatapan yang dia berikan padaku punya arti tersendiri saat kami sama sama terdiam dengan pikiran kami masing masing dengan sengaja dia mencubit pipiku yang memang sedikit tembem aku yang kesakitan karena pipiku dicubit olehnya hanya bisa berkata “Ih sulung sakit tau kamu iseng sekali” ucaku sembari cemberut dan menekuk wajahku dan dengan tanpa rasa bersalah dia hanya berkata “Abis kau tembem sih dasar ulfa tembem” ucapnya enteng tanpa beban. Aku masih saja menekuk wajahku sebal karena dia tak meminta maaf padaku, melihatku yang masih saja cemberut menekuk wajahku dia berkata “Maafkan aku ya tembem aku janji tidak akan mencubit pipimu lagi, ayolah tersenyum lagi ya ulfa jangan cemberut seperti ini kamu akan terlihat lebih cantik jika wajah cantikmu itu kau beri sedikit saja senyum manis yang tulus ayolah kumohon” ucap sulung padaku. Mendengar kata kata sulung tadi aku mulai tersenyum tak hanya senyum aku bahkan tertawa setelah melihat wajahnya yang memohon itu sangat lucu wajah tampan sulung jadi terlihat lucu setelah dia memohon padaku untuk tersenyum, “Baiklah aku akan tersenyum asalkan kamu berjanji padaku jangan mencubit pipiku lagi” ucapku padanya “Baiklah tembem aku berjanji padamu tembem” ucapnya padaku. “Apa tembem kau ini dasar item menyebalkan” teriakku di depan wajahnya dan dia hanya tertawa “Haha item item kereta api tau biar item banyak yang ngantri” ucapnya sambil tertawa. Melihat itu aku merasa bahagia oh tuhan apakah ini? Mengapa hatiku selalu bahagia dan nyaman saat bersama dengannya, apakah aku jatuh cinta padanya? Pada sulung yang baru menjadi sahabat baikku, benarkah ini haruskah aku menjauh darinya agar tak ada masalah dikemudian hari. Atau haruskah aku mengatakan padanya bahwa aku mencintai dirinya? Tapi akankah dia akan menerima diriku atau malah sebaliknya?. Hari hariku kini berubah aku kini mulai belajar untuk menjauh darinya karena aku takut kecewa padanya, namun meskipun aku menjauh darinya tetap saja dia yang selalu mendekatiku seperti kemarin saat sedang di sekolah aku memilih untuk tetap berada di dalam kelas karena aku tahu dia pasti sedang berada di taman tempat kami dulu biasa bersama, dan benar saat aku sedang berada di dalam kelas ada temanku yang menegurku sembari berkata “Ulfa kau tidak ke taman?” tanya temanku linda “Ah tidak lin aku lagi tidak ingin ke taman, memangnya kenapa?” tanyaku kepadanya “Itu si sulung dia sedang menunggumu ditaman di tempat biasa kalian belajar bersama” tutur linda “Oh
 Ya mengapa dia ada di sana?” tanyaku “Entahlah mungkin dia sedang menunggumu di sana” jawab linda. Oh tuhan apa iya sulung menungguku di tempat biasa kami belajar? Tapi mengapa dia menungguku? Kulirik arloji yang ada di tanganku sekarang sudah pukul sore sebentar lagi bel masuk pelajaran terakhir mengapa dia masih menungguku, biasanya jam segini seharusnya dia sudah berada di dalam kelas mengapa dia masih menungguku? Aduh aku merasa tidak enak padanya bagaimana ini apa yang harus aku lakukan ya? Tring
 Oh handphoneku berdering oh pesan masuk rupanya, tapi dari siapa ya? Dengan sigap kubuka pesan singkat yang ada di handphoneku itu dari sulung? Ya tuhan ternyata dia yang mengirim pesan padaku From Sulung “Ulfa kamu di mana? Aku sudah menggumu sejak tadi” isi pesan darinya, bagaimana ini apa yang harus aku lakukan? Baiklah lebih baik aku menemuinya saja daripada nanti aku jadi tidak enak padanya akhirnya kuputuskan untuk menemui sulung yang sedang berada di taman sekolah. Dan ketika aku bertemu dengan dia di taman sekolah kulihat dia sepertinya dia sudah lama menungguku kuhampiri dia yang sedang duduk di bangku taman tempat kami biasa berlajar dan saat aku menghampirinya aku merasa sangat bersalah padanya karena aku membuatnya menunggu sampai jam segini kulirik arlojiku sekarang pukul petang entah sudah berapa lama dia menungguku dan ketika aku berada di dekat bangku taman yang sedang dia tempati aku berdeham “Sulung
 Apa kamu sudah lama di sini?” tanyaku padanya tak ada jawaban dari mulutnya namun, seketika dia beranjak dari duduknya dan langsung memelukku dengan erat aku terdiam seketika. Tak kusangka dia akan memelukku seperti ini dan ternyata kejutan darinya belum usai. “Dia menangis” “Sulungku menangis” ada apa ini tuhan mengapa dia menangis? Apa yang telah terjadi padanya? Dengan refleks aku membalas pelukkan darinya dan berbisik di telinganya “Mengapa kau menangis? Apa yang terjadi padamu? Apa kau baik baik saja?” tanyaku berbisik tepat ditelinganya. Dan bukan menjawab semua pertanyaanku dia justru terus saja menangis hingga akhirnya aku memintanya untuk duduk kembali di bangku taman tempatnya menungguku, tanpa melepas pelukannya padaku dia menatap mataku dan di dalam kedua bola matanya kulihat ada rasa takut dan kecewa dan aku tau tatapan itu pasti ditujukan padaku. Sekejap aku terdiam karena hatiku seperti teriris oleh tatapannya, ketika itu kugenggam tangannya dengan yakin dan kumulai pembicaraan “Sulung kau belum menjawab pertanyaanku” ucapku padanya “Ulfa mengapa kau menjauh dariku? Apa kau marah padaku?” ucapnya padaku aku hanya menggeleng. “Lalu kenapa? Kenapa kau menjauh dariku apa berbuat salah padamu?” tanya sulung padaku, “Tidak kau tidak melakukan itu sebenarnya aku menjauh darimu bukan karena aku membenci dirimu sulung seandainya kau tau apa alasanku kamu pasti menjauh dariku” ucapku padanya dengan mata berkaca kaca, dan entah apa yang terjadi padanya dia langsung memelukku dan berkata “Kumohon ulfa jangan menangis katakan saja aku tidak akan meninggalkanmu aku berjanji” ucapnya padaku akhirnya aku mengatakan apa yang kurasakan. “Sulung jujur aku jatuh cinta padamu, tapi aku takut jika kamu akan pergi meninggalkanku” ucapku dengan jujur padanya. Ternyata dia justru berkata padaku dia juga mencintaiku bahkan sejak pertama kami saling mengenal. Aku terkejut mendengar jawabannya barusan hingga aku memeluknya dengan kencang hingga dia tidak dapat bergerak dan dia berkata padaku “Iya tembem aku tahu kamu bahagia tapi apa kau tidak bisa lebih lembut sedikit denganku hah tembem” ucapnya padaku. Waktu berlalu setelah pernyataan cintanya padaku aku berpikir jika kami berdua sudah menjadi sepasang kekasih namun ternyata aku salah, aku yang sangat menyayanginya justru mendapat kabar yang membuatku kaget mendengarnya, kabar yang mengatakan jika sulung berpacaran dengan anisa teman sekolahku juga hanya saja aku sulung dan anisa berbeda jurusan jika aku dan sulung adalah anak jurusan IPA anisa adalah murid jurusan IPS. Sejujurnya aku kecewa mendengar berita itu dan aku masih berharap jika berita itu hanya berita bohong yang dikarang oleh seluruh teman teman sekolahku agar aku dan sulung menjadi jauh dan tidak terlalu sering bersama. Namun ternyata dugaanku salah ternyata kabar yang aku dengar dari teman temanku itu benar memang benar jika sulung dan anisa berpacaran saat itu baru aku tau jika ternyata anisa lah yang meminta sulung untuk menjadi kekasihnya dan yang membuatku kecewa dan sakit hati adalah sulung menerima keinginan dan permintaan anisa tanpa memikirkan perasaanku terlebih dahulu tuhan adilkah ini? Mengapa seperti ini disaat aku sudah percaya jika dia mencitaiku juga mengapa justru dia yang merusak kepercayaanku kepadanya dan itu membuatku merasa kecewa dan sakit hati, sepulang sekolah aku duduk di taman sekolah. Kini kenangan manis itu berubah menjadi hampa seolah tak pernah terjadi hal indah itu di dalam hidupku dan hidupnya karena pada kenyataanya sulung kini berubah. Dia bukan lagi sulung yang kukenal bukan sulung yang dulu memeluku bukan sulung yang menangis karena tak bertemu denganku, dan dia bukanlah sulung yang buatku jatuh cinta tuhan aku kecewa mengapa disaat seperti ini disaat seharusnya aku bahagia bersamanya dia justru pergi meninggalkanku dan memilih bersama anisa tanpa perduli bagaimana persaanku. Bahkan dia tak pernah bertanya apakah aku mengetahaui tentang hubungannya dengan anisa atau tidak, sungguh aku kecewa atas sikapnya padaku yang seolah tak ada yang membuat hatiku terluka. Bahkan dia seolah tak peduli dengan perasaan dan keadaan hatiku hati yang dulu pernah berharap memiliki hatinya sekarang jangankan bertanya memandang langsung diriku saja dia seolah tak sudi lagi memandang mataku dia tak mau bahkan sekedar bertanya bagaimana perasaanku kini dia tak melakukannya. Tuhanku mengapa aku harus merasakan ini semua aku mencintainya dengan tulus aku menerimanya apa adanya aku tak pernah menuntut dirinya menjadi orang lain aku hanya minta padanya untuk membuatku bahagia meskipun sekedar tersenyum, namun jika saja dia melakukannya dengan tulus sungguh aku bahagia. To Sulung “Hai sulung apa kabar? Aku dengar kamu berpacaran dengan anisa benarkah itu? Mengapa kamu tak pernah cerita denganku?” tuturku kepadanya melalui pesan singkat. Tring To Ulfa “Maafkan aku ulfa aku tak memberitahu padamu yang sebenarnya, memang benar aku sekarang berpacaran dengan anisa tapi itu semua keinginannya bukan keinginanku. Kabarku baik bisakah kita bertemu sepulang sekolah di taman biasa?” balasan dari sulung di handphone tadi membuatku sakit, tapi aku mencoba tersenyum meski aku tersenyum kecut seusai membaca pesan itu langsung saja aku letakan handphoneku di atas meja. Sepulang sekolah aku kembali berjalan ke taman sekolahku dengan langkah gontai aku menuju tempat biasa aku duduk di taman itu tempat yang nyaman. Sampai di sana aku melihat sulung sedang duduk di bangku yang aku tuju aku tetap berjalan hingga ketika aku sampai di bangku itu kulihat sulung duduk dengan memandang ke depan namun tatapan matanya terlihat nanar seperti dia sedang banyak masalah melihatku dia langsung membuka pembicaraan “Ulfa kau datang aku pikir kau tak akan datang karena kau marah padaku” ucapnya padaku, “Iya aku datang namun aku datang bukan untuk bertemu denganmu aku datang untuk mengenang kenangan manis bersama orang yang kucintai” jawabku. Wajah sulung seperti kagat mungkin karena aku berkata seperti itu dan sulung akhirnya berkata “Maafkan aku tapi sungguh aku memang mencintaimu dengan setulus hatiku dan soal anisa aku terpaksa” tutur sulung, “Benarkah itu jadi bagaimana sekarang denganku? Dengan hatiku?” tanyaku akhirnya dia berkata “Jika kau mau menunggu aku pasti akan kembali padamu” ucapnya, “Baiklah tapi jujur aku kecewa padamu” ucapku padanya. Cerpen Karangan Sarah Aulia Facebook Sarah Aulia Sarah Aulia lahir di Jakarta 17 April 1999, siswi di SMK Muhammadiyah 15 Jakarta. Siswi kelas XII Multimedia ini memiliki hobi dan minat dalam sastra dan kesenian terutama seni musik, bercita-cita menjadi penulis, penyanyi, dan ahli dalam bidang IT dan Multimedia. Mempunyai moto hidup ñ€Ɠ Sahabat dan keluarga adalah penyemangat,. Email sarahaulia14045[-at-] Facebook Sarah Aulia Nomor HP 085811252658 Cerpen Cinta Pertama Yang Menyakitkan merupakan cerita pendek karangan Sarah Aulia, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Awas, Ada Psikopat Di Rumahku Oleh Sevilla E. Azzahra Di sekolah SMA Deanadara Jiliandra terdapat banyak siswa maupun siswi yang bertampang menarik. Tak hanya itu, mereka juga pintar dalam segala hal. Kegiatan olahraga, seni, musik, berhitung dan bahkan My Infinity Love, Ryan Oleh Aisyah Lee Hujan turun semakin deras, terlihat jelas rintikan hujan membasahin jalan sekitar komplek rumahku. Seperti biasa, jika turun hujan aku duduk di dekat jendela, untuk melihat jalanan yang basah diguyur Salahku Oleh Meilani Putri Aku Ayana, seorang siswi di sebuah SMA Negeri di Bandar Lampung. Hari ini adalah hari pertama aku memijakan kaki di kelas ini, 2 a. Kata teman-temanku, aku orang nya Ayunda Mengejar Cinta Part 1 Oleh T. Khairatuzzifa Jam sudah menunjukkan pukul pagi, aku terbangun dari tidur pulasku, alarm yang ku pasang malam tadi sudah sangat sukses membuatku terbangun dari mimpi yang menurutku sangat indah untuk Suara Tengah Malam Oleh Niki Ayam berkokok, menandakan sang fajar telah terbit. Aku pun segera beranjak dari tempat tidur untuk mandi, lalu mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah, karena hari itu Sabtu, 23 Desember ñ€ƓHai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?ñ€ "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"

CerpenCinta - Saranghae Jangan salahkan aku jika aku iri pada dunia. Pada ombak yang bergulung-gulung di luasnya samudera biru, pada gemintang yang giat memancarkan sinarnya, dan bahkan pada angin yang bersemilir lembut menjelajahi bumi bersama ribuan partikel udara lainnya. Karena apa? Karena aku rasa, Tuhan benar-benar tidak adil.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Mukaraf duduk sendirian di sebuah ruangan yang redup. Tatapannya kosong, penuh dengan kehampaan. Dalam setahun terakhir, hidupnya telah berubah menjadi reruntuhan yang hancur tak berdaya. Dia masih terhanyut dalam kenangan pahit yang pertama kali bertemu di kota baru itu. Mukaraf ditempatkan sebagai guru di sebuah sekolah menengah, sementara istrinya, Aisha, juga mengajar di sekolah yang sama. Mereka telah menjalin ikatan cinta yang kuat selama bertahun-tahun, tapi tak pernah mereka bayangkan bahwa cinta itu akan hancur dalam serpihan-serpihan pahit yang itu, ketika Mukaraf pulang lebih awal dari sekolah, dia memutuskan untuk menyusul Aisha yang sedang mengajar anak muridnya di rumah mereka. Namun, ketika dia membuka pintu dengan perlahan, dia melihat pemandangan yang menghancurkan hatinya. Aisha dan seorang anak laki-laki yang menjadi muridnya, Ridwan, terjebak dalam keintiman yang penuh nafsu. Tak percaya dengan apa yang dia lihat, Mukaraf berdiri di ambang pintu dengan hati yang hancur. Dia tidak bisa menahan tangisnya yang menggema di seluruh ruangan. Aisha dan Ridwan segera menyadari kehadiran Mukaraf dan terkejut melihat suaminya menangis di depan mata mereka. Malam itu, mereka duduk bersama dalam keheningan yang mencekam. Mukaraf menggenggam tangan Aisha, mencoba mencari jawaban atas pengkhianatan ini. Namun, Aisha hanya terdiam, air mata jatuh tanpa henti dari matanya. Sudah cukup lama sejak Mukaraf melihat istrinya menangis seperti itu."Kenapa, Aisha? Kenapa kau melakukannya?" tanya Mukaraf dengan suara yang menarik tangannya perlahan dari genggaman Mukaraf. "Maafkan aku, Mukaraf. Aku tidak bisa memberikan jawaban yang kau cari. Aku hanya tahu bahwa aku salah. Aku sangat menyesal.""Apakah semua ini telah terjadi sejak lama?" Mukaraf bertanya lagi, tetapi dalam hatinya dia takut mendengar jawabannya. Aisha mengangguk dengan berat hati. "Iya, Mukaraf. Hubungan ini telah berlangsung selama beberapa bulan. Aku berusaha mengakhiri semuanya, tapi kami tidak kuat menahan hasrat dan godaan yang ada di antara kami."Mukaraf merasakan dunianya runtuh di hadapannya. Dalam keputusasaan dan kehancuran, dia membuat keputusan yang bodoh. Dia memutuskan untuk menjalani perselingkuhan dengan seorang gadis muda yang baru saja dia kebingungan dan kehausan akan keintiman, mereka menghabiskan malam-malam penuh dosa, sampai pada suatu hari, gadis itu mengumumkan bahwa dia hamil. 1 2 3 4 5 Lihat Cerpen Selengkapnya
CerpenCinta: Last Love Apa yang kau katakan itu hampir benar apa adanya, aku memang kesepian dan aku punya masa lalu yang menyakitkan.. Beberapa hari berlalu, kami ketemuan di cafe, kami saling bertatap muka. Sedikit perasaan grogi muncul, kami berbincang satu sama lain, namun itu pertama kalinya kita berbicara panjang. Setelah mengetahui 0% found this document useful 0 votes402 views16 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes402 views16 pagesCerpen Cinta PertamaJump to Page You are on page 1of 16 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 14 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
cerpen setia yang menyakitkan. Posted by Khody Didi on 02.15 with No comments. SETIA YANG MENYAKITKAN. By -KHODY-Pagi ini begitu cerah, matahari bersinar dengan teriknya membangunkan burung-burung yang menjalankan tugasnya untuk berkicau setiap hari, namun cerahnya cuaca pagi ini tidak mampu membuat Ve senang, matanya terlihat sembab karena
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Semua wanita pasti memiliki sosok yang menjadi cinta pertamanya. Begitu pula si anak perempuan yang satu ini. Hidupnya selalu terbayang-bayang sosok pria yang pertama merebut hatinya. Tidak tampan, tidak kaya, dan tidak seperti pangeran dalam dongeng tontonannya. Pria ini jauh dari idamannya. Pria sederhana nan dewasa yang telah menemaninya sepanjang perjalanan kehidupan."Seorang ayah merupakan cinta pertama anak perempuannya."Ungkapan tersebut tidak asing lagi di telinga orang-orang. Sejujurnya, terdengar agak menggelikan bagi si perempuan. Namun, siapa sangka ungkapan tersebut berlaku kepada dirinya. Sosok cinta pertama yang membayang-bayangi hidupnya adalah ayah si perempuan itu. Sosok pria yang biasa dipanggil Papa oleh si anak, merupakan seorang pria sederhana. Beliau bekerja sebagai pemilik usaha kecil yang tak bernama. Memiliki hobi segudang menjadikan dirinya serba bisa. Beliau memiliki seorang istri yang tegas, anak lelaki bungsu yang kaku, dan anak perempuan sulung yang terlihat peduli-tak-peduli. Mungkin beliau sendiri saja tidak menyangka bahwa ia merupakan cinta pertama anak sulungnya yang acuh."Buah jatuh tak jauh dari pohonnya." Memiliki anak yang cuek, sifat beliau sebagai sang ayah juga tidak jauh berbeda. Beliau sekilas terlihat sebagai sosok yang acuh. Mementingkan pekerjaan dibandingkan keluarga. Namun, dibalik ekspresi kaku dan kepala batu, sang anak tahu bahwa cinta pertamanya itu sangat menyayanginya dan segenap merupakan sosok kuat yang lemah. Beliau mampu menanggung beban dan menghadapi kondisi apapun. Beliau terlihat bak pohon tua yang kokoh. Namun, bagai pohon tua pula, beliau telah terluka dan tergores berkali-kali. Bagai pohon tua, siapa sangka ranting-rantingnya lemah dan rapuh. Bagai pohon tua, beliau tetap berdiri kokoh melindungi belas tahun sudah beliau menemani si anak perempuan. Ada satu kalimat yang selalu diingat sang perempuan. Satu kalimat yang menjadi pedoman hidupnnya sejauh ini. "Mien hogiak, yaukin holang." Ungkapan yang sering beliau utarakan dalam bahasa Hokkian tersebut mengingatkan sang perempuan untuk lebih memilih menjadi orang yang baik daripada orang yang kaya akan materi. Sejujurnya, bagi sang anak, ungkapan tersebut terdengar sangat tidak realistis. Bagaimana kita akan hidup di dunia yang kejam dengan menjadi orang baik? Setiap kali ia protes terhadap prinsip hidup tersebut, beliau selalu mengatakan "Tunggu beberapa tahun lagi, kamu suatu hari akan mengerti."Ungkapan ayah sebagai cinta pertama sayangnya seperti pisau bemata dua. Orang-orang selalu menggambarkan cinta pertama sebagai sesuatu yang indah. Namun, tidak pernah menyoroti patah hati pertama yang paling menyakitkan. Sakit hati yang diperoleh dari cinta pertamanya juga pernah dialami oleh si anak. Sewajarnya manusia, dua tahun lalu, sang ayah melakukan kesalahan besar yang menjerumuskan keluarga yang ia cintai ke jurang yang suram. Kejadian tersebut mengibarkan bendara patah hati pertama sang anak. Pada momen itu pula, sosok cinta pertama yang melekat pada dirinya sirna tak kita akui, sesalah-salahnya orang yang kita cintai, pasti rasa cinta pada mereka tetap tidak hilang. Lagipula, bukannya cinta berarti menerima orang tersebut apa adanya? Meskipun kesalahan besar tersebut menghancurkan hati sang anak, label cinta pertama kepada pria tersebut tidak hilang. Cinta pertama memang hal yang aneh. Walaupun sudah putus, tetap terkenang dan membekas di sekali kutipan indah perihal cinta pertama."Cinta pertama adalah yang terindah.""Cinta pertama adalah yang paling tulus dan sadik." 1 2 Lihat Cerpen Selengkapnya
w57iT.
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/990
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/540
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/31
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/384
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/182
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/915
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/975
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/822
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/495
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/363
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/901
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/763
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/712
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/453
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/764
  • cerpen cinta pertama yang menyakitkan