Manakiban Sebagai Metode Dakwah Thoriqot Qodiriyyah Naqsyabandiyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya by Ahmad Sayuti Dalam dunia Thoriqot manakiban adalah buku catatan riwayat hidup seseorang Syekh Thoriqot yang memaparkan kisah-kisahnya yang ajaib dan bersifat menyanjung (hagiografis) dengan menyertakan ikhtisar hakikatny, legenda
Sanad, Silsilah, dan Amalan Tarekat Imam Junaid | Pejalan Ruhani - Surau Baitul Fatih. 51. Sanad, Silsilah, dan Amalan Tarekat Imam Junaid. Sanad adalah mata rantai orang-orang yang membawa satu disiplin ilmu (silsilah al-rijâl). Mata rantai ini terus bersambung satu sama lain hingga kepada pembawa awal ilmu-ilmu itu sendiri yaitu Rasulullah
Selain itu tarekat Naqsyabandiyah mengajarkan dzikir-dzikir yang lebih sederhana, lebih mengutamakan dzikir hati dari pada dzikir mulut yang mengangkat suara. Jika kita membuat ringkasan yang menjadi tujuan pokok dari tarekat Naqsyabandiyah itu adalah enam dasar yang sangat penting, yaitu : taubat, uzlah, zuhud, taqwa, qana’ah dan taslim. 12
Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah. Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah ( Arab: طريقة القادِريّة واانّقشبنديّه) atau singkatnya TQN adalah aliran Tarekat Sufi yang didirikan oleh Hadhratus-Syeikh Ahmad Khōtib Syambās ibni ʿAbdul Ghaffār di Mekkah pada awal abad ke-13 H (abad ke-19 M). Tarekat ini merupakan
Syekh Ahmad Khatib adalah mursyid Tarekat Qadiriyah, di samping ada yang menyebutkan bahwa beliau adalah juga mursyid Tarekat Naqsyabandiyah.[1] Tetapi beliau menyebutkan silsilah tarekatnya hanya dari sanad Tarekat Qadiriyah.[2] Sampai sekarang belum ditemukan, dari sanad mana beliau menerima bai’at Tarekat Naqsyabandiyah.
Lafal atau kalimat yang digunakan dalam zikir itu beragam. Dalam tarekat Naqsyabandiyah lafal yang digunakan adalah lafal الله. Sedangkan dalam tarekat Syadziliyah adalah kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. Masing-masing tarekat juga terkadang berbeda dalam kalimat atau lafal yang digunakan untuk berzikir yang kesemuanya didasarkan pada Al-Qur’an dan Hadis. Namun, pada
Dzikir Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah adalah termasuk tarekat dzikir. Sehingga dzikir menjadi ciri khas yang mesti ada dalam tarekat. Dalam suatu tarekat dzikir dilakukan secara terus-menerus (istiqamah), hal ini dimaksudkan sebagai suatu latihan psikologis (riyadah al-nafs) agar seseorang dapat mengingat Allah di setiap waktu dan kesempatan.
Tarekat Naqsyabandiyah didirikan oleh Muhammad Bahauddin an-Naqsyabandi al- Uwaisi al-Bukhari (717-791 H/1317-1388 M).Naqsyabandiyah merupakan salah satu tarekat sufi yang paling luas penyebarannya. Danterdapat banyak di wilayah asia muslim ini mempunyai dampak dan pengaruh sangat besar kepada masyarakat muslim di berbagai wilayah yang berbeda
2. Zikir. Kata Zikir berasal dari bahasa Arab al-dzikr, yang merupakan masdar dari kata kerja dzakara- yadzkuru . Secara bahasa kata tersebut meiniliki banyak arti, seperti: 1 menyebut, 2 menuturkan, 3 menjaga, 4 mengerti, 5 perbuatan baik, 6 mengagungkan dan 7 menyucikan Munawwir, 1997:448. Dalam al-Quran kata zikir disebut berulang-ulang
bNc3P. 4rwhsq2itx.pages.dev/3694rwhsq2itx.pages.dev/2984rwhsq2itx.pages.dev/3064rwhsq2itx.pages.dev/5394rwhsq2itx.pages.dev/4504rwhsq2itx.pages.dev/7584rwhsq2itx.pages.dev/9204rwhsq2itx.pages.dev/5194rwhsq2itx.pages.dev/8234rwhsq2itx.pages.dev/4324rwhsq2itx.pages.dev/1774rwhsq2itx.pages.dev/3534rwhsq2itx.pages.dev/4564rwhsq2itx.pages.dev/4464rwhsq2itx.pages.dev/565
tata cara dzikir tarekat naqsyabandiyah