Ketikaada orang yang mengucapkan laa ilaaha illallah namun dia masih rajin berbuat syirik, mengagungkan kuburan, gandrung dengan perdukunan, aktif sedekah bumi, larung di laut, berarti perbuatannya bertentangan dengan apa yang dia ikrarkan. Karena dia mempertuhankan selain Allah, meskipun hanya dengan satu ibadah. Uploaded byBambang Sabirin 0% found this document useful 0 votes8 views4 pagesDescriptiontauhidCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes8 views4 pagesLa Maujuda IllallahUploaded byBambang Sabirin DescriptiontauhidFull descriptionJump to Page You are on page 1of 4Search inside document You're Reading a Free Preview Page 3 is not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

Artinya "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah". Asyhadu an-laa ilaaha illallaah (ا شهد أن لا إله إلا الله) sering disebut syahadat Tauhid dan Syahadat Tauhid. Syahada ini mesti dibarengi dengan penjiwaan kesaksian kalimah Toyyibah, yaitu sebagai berikut :

Apa maksud dari Lailahailalloh la maujuda Ilalloh?[2008010315] - YouTube WUJUD ALLAH *Laa Maujud… - Buku & Kitab Melayu Terbaik Facebook LA ILAHA ILLA ALLAH Said Muniruddin LA MAUJUDA ILLALLAH Makrifatullah - YouTube Tasawuf 1353 LA MAUJUDA ILLALLAH‼️ DI SAMUDERA HAKIKAT, Alfaqir abah guru Sukris Sarmadi - YouTube Komitmen Para Pencari Tuhan Pesantren Mahasiswa Salman ITB Ngaji yuk! tes Komitmen Para Pencari Tuhan Kitab Jalan untuk Kembali - KITAB TERSEMBUNYI Fahamilah apa sebenarnya maksud dari kalam ini LA MAUJUD BIHAQI ILLALLAH Selain ALLAH Tidak Ada Yang Ada itu hanya ALLAH Jadi apakah sebenarnya Tujuan setiap Bacaan Dzikrul Jalalah Arab Latin dan Terjemah - La Maujuda illAllah by Muhammad Hassan Tehseeni Razvi - YouTube Blog mbo Laa Maujud Bihaqqi Ilallah Laa ma’buda bihaqqin illallah !!! – Tsabatianribath’s Blog Goes di - Home Facebook Kekuatan Makna La ilaha illallah dari Tinjauan Gaya Bahasa Islam NU Online LA MAUJUDA ILLALLAH Makrifatullah - YouTube DWIS' QUOTES ~ Dear Dwis Bacaan Dzikrul Jalalah Arab Latin dan Terjemah - Mr Virtual Enterprise Kontraktor Terbaik Asia FANA FI LLAH Kalimat La Ilaha Illallah, Apakah Makna, Kandungan serta Keutamaan Membacanya? - La Maujud Illallah Laa Illaha Illallah - YouTube IJAZAH DZIKRUL JALALAH DARI HABIB ABUBAKAR BIN MUHAMMAD ASSEGAF GRESIK ✓Bersabda Nabi Muhammad SAW “Paling afdhol utamanya zikir adalah LAA ILAAHA ILLALLAH dan paling afdholnya doa adalah ALHAMDULILLAH.” “Paling utamanya ucapan yang Rahasia Makrifat - TVTarekat Keliru Mengatakan; La Maujuda Illallah - YouTube PASAL TENTANG LA ILAHA ILLALLAH DAN PEMBAGIAN HURUF ZIKIR KITAB BARENCONG WUJUD ALLAH *Laa Maujud… - Buku & Kitab Melayu Terbaik Facebook HAMD - Allah Hu Allah Hu La Maujuda Illallah Naat Ramadan 2016 Special - YouTube Sejarah Dzikir Jalallah atau Talqinudzikir – Dakwah NUsantara Artikel – Makna atau arti syahadat la Ilaha illallahu. – Mustofa Allah Muhammad-Adam ~ Pusaka Madinah Sucipto memposting momen baru isi kitab barencong 2 KITAB BARENCONG Tafsiran Kalimat LAA ILAHA ILLALLAH’ menurut para ulama ahli tafsir Intisari Kitab Langka Babul Ihsan - Shalat Diri Rahasia Allah Memuji Tuhannya ~ Pusaka Madinah Gerakan Aswaja Malang Raya - GAMAL - SEJARAH DZIKIR JALALAH ATAU TALQINUL DZIKIR Pada tahun 1937 Masehi Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf datang ke Kwitang untuk menghadiri Maulid Akhir Khomis Awal Makna dan Manfaat Dzikir Lailahaillallah Bincang Syariah Lirik Lagu LAA ILAAHA ILLALLAH - Sabyan Feat. SBY - Sholawat Lailahaillallah La Maujuda Illallah MP3, Video MP4 & 3GP - KEL 5 Prinsip Dasar Tasawuf Laa Maujud Dan Laa Maqsud PDF Blog mbo Laa Maujud Bihaqqi Ilallah Laa Maujuda Ilallah KUMPUAN ILMU BERTUAH WUJUD ALLAH *Laa Maujud… - Buku & Kitab Melayu Terbaik Facebook BAB tr TINJAUAN TENTANG DZIKIR Seeara etimologis kata dzikir … - [PDF Document] Seputar Kalimat Tauhid “La ilaha illallah” Sunnah Lover Wiridan by Asari Killua - issuu Makna Hakikat Kalimah Laa Ilaha Ilallah - GrahaBigNews Blog mbo Laa Maujud Bihaqqi Ilallah Lirik La Ilaha IllaAllah Tub Alaina - Teks Arab, Latin dan Artinya MENGUPAS AJARAN SESAT NII 2… cinta kajian sunnah 7 Syarat La Ilaha illallah’ Agar Diterima di Sisi Allah Kesalahan Memahami Makna Laa Ilaaha Ilallah Komitmen Para Pencari Tuhan I’rab La Ilaha Illallah Yayasan Al Sofwa PENGAJIAN TASAWUF SIRR - PDF Free Download WUJUD ALLAH *Laa Maujud… - Buku & Kitab Melayu Terbaik Facebook Sholawat Lailahaillallah La Maujuda Illallah MP3, Video MP4 & 3GP - Permulaan Agama Mengenal Allah Berita Batulicin Terkini - Pin di Sabilul munjiat_ahmadyani Makna-Makna Laa Ilaaha Illallah Syarah Rasmul Bayan Tarbiyah Tauhid PDF WASIAT MIMBAR RAMADHAN 1441 H – STAI – Sebelas April Sumedang Permulaan Agama Mengenal Allah Berita Batulicin Terkini - Anatomi Otak Neurotransmitter PDF ا ﻟ ﻣ و ﺟ و د ﻓ ﻲ ﮐ ل ز ﻣ ﺎن ﻻ ا ﻟ ﮫ ا ﻻ ّللا ﻣ ﮐ ﺎن ا ﻟ ﻣ ﻌ ﺑ و د Kalimat Syahadat Bacaan Lengkap, Makna dan Tuntunannya Sesuai Islam - Buku Tauhid PDF Tentang ma’rifatullah 2 PKD PK PMII STAI Al-Masthuriyah - Syahadat PDF Kalimat toyiban la ilaha ilahaulalloh ls maujuda ilalloh arti nya - DOC Makna rukun syarat dan yang membatalkan syahadatain sugilar regha - Makalah - Prinsip Dasar Akhlak dan Tasawuf Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Tauhid dan Akhlaq Tasawuf OLEH Nadaa Haniyyah Aris Munandar Course Hero Bacaan shalawat untuk shalat tarawih Makna, Rukun dan Syarat Syahadatain - Yayasan Amal Jariyah Indonesia Tasbih Kalimahku Berzikir Kitab Tajalli Nur Muhammad _ Tuak Lombok Ilahi [PDFTXT] RAHSIANYA MENGENAL ZAT ALLAH DAN ZAT RASULULLAH - TVTarekat Insan Instan • Sholawat Lailahaillallah La Maujuda Illallah MP3, Video MP4 & 3GP - Syarat-syarat Kalimat LA ILAHA ILLALLAH – لا إله إلا الله Konsultasi Agama dan Tanya Jawab Pendidikan Islam Makna Syahadat dan Empat Syarat Diterimanya Syahadat - Lirik La Ilaha IllaAllah Tub Alaina - Teks Arab, Latin dan Artinya Tujuh Syarat Laa Ilaaha Illallah – al-Hujjah PKD PK PMII STAI Al-Masthuriyah - PKD PK PMII STAI Al-Masthuriyah - Asal-Usul serta Keutamaan Zikir Subhanallah, Laa Ilaaha Illallah - Bagian 1 KAJI MAKRIFAT NUR MUHAMMAD KALIMAT ALLAHHUMMA PADA SHOLAWAT - PDF Free Download Keutamaan Bacaan Dzikir Laa Ilaaha Illallah Mumahammadur Rasulullah Hikmah › Resep Meninggal Husnul Khotimah Insya Allah ALAQIDAH ALISLAMIYAH syahruddinalga blogspot com syahdotme 1 wordpress Tahlilan dan Hakikat Makna La Ilaha Illallah The Truly Islam Prinsip Dasar Tasawuf La Ma’bud, La Maqsud, La Maujud, La Mahbubillah… Orang-Orang Musyrik Lebih Paham Makna Laa Ilaha Illallah Ibnu Hasyim Baca La ilaha illallah’ Dengan Yakin.. 2 DZAT HIDUP - TVTarekat ILMU SYAHADAH LANGIT Resume Kajian Dhuha – Kitab Arbain Nawawi – Hadits Ke-8 - - WIRID SEKAR JATI Yamirodha dharomiya yamidhusa sadhomiyo Sholawat al fatih Yasilapa palasiya Lailahaillah muhamadurosulullah Yadhayudha Course Hero LA ILAHA ILLA ALLAH Said Muniruddin BAB tr TINJAUAN TENTANG DZIKIR Seeara etimologis kata dzikir … - [PDF Document] PKD PK PMII STAI Al-Masthuriyah -
Bagaimanakita mau memakai sifat Allah? Bagaimana mau wujud dari sifat Allah masuk ke dalam diri saya? Lho, yang saya
Dalam pengkajian kitab-kitab lama Tua seperti pada Kitab Syarah Hikam Ibni Athoillah As-Sakandari, Kitab Manhal-Shofi, Kitab Addurul-Nafs dll menggunakan istilah-istilah seperti BINASA’ dan HAPUS’ untuk mengungkapkan tentang maksud/ pengertian lain yang banyak menggabungkan beberapa disiplin ilmu lain seperti falsafah menggunakan istilah-istilah seperti LEBUR’, LARUT’, TENGGELAM’ dan LENYAP’ dalam usaha mereka untuk menjelaskan sesuatu tentang hal’ atau maqam’ FANA dalam Kitab Arrisalah al-Qusyairiah disebutkan arti FANA' ialah Lenyapnya sifat-sifat basyariah pancainderaMaka siapa saja yang telah diliputi Hakikat Ketuhanan sehingga ia tidak lagi melihat pada Alam baru, Alam rupa dan Alam wujud diri ini, maka ia dikatakan telah FANA' dari Alam berarti hilangnya sifat-sifat buruk maksiat lahir dan maksiat batin dan kekalnya sifat-sifat terpuji mahmudah.FANA' itu lenyap segala-galanya,lenyap Af’alnya/perbuatannya Fanun Fil Af’al,lenyap Sifatnya Fanun Fis-Sifat,lenyap Dirinya Fanun Fiz-DzatOleh karena itulah ada kalangan ahli-ahli Tasawuf berkata“TASAWUF itu mereka yang telah memahami hakikat FANA' dari dirinya dan BAQA' dengan ALLAH karena kehadiran HATI mereka bersama ALLAH”.Sahabat Rasulullah yang banyak menjelaskan tentang FANA ’ ialah Sayyidina Ali, salah seorang sahabat Rasulullah yang terdekat, yang di i'tiraf oleh Rasulullah sebagai Pintu Gedung Ilmu’.Diantaranya “Di dalam FANA'ku, leburlah ke- FANA-anku, tetapi di dalam ke- FANA'an itulah bahkan aku mendapatkan ENGKAU AL-HAQ”.Demikianlah FANA; ditanggapi oleh para kaum sufi secara baik, bahkan FANA itulah yg merupakan pintu bagi mereka yang ingin menemukan ALLAH Liqo' ALLAH bagi yang benar-benar mempunyai keinginan dan keimanan yang kuat untuk bertemu dengan ALLAH Salik.Supaya nggak rancu dlm pemikiran Artinya GHAIB itu ialah HAPUSHAPUS itu tidak ada lagi kelihatan DZATkita, kecuali DZAT ALLAH Ta'ala hendaknya l'tikad danpandangan kita,seperti ombak..la bernama ombak di laut, sebab iabernama laut, tetapi pada hakikatnya iaadalah AIR dari itu 3 namanya, hakikatnyatetap berasal dari yg 1 besi didalam Api,maka hilanglah besi itu oleh api, tidakkelihatan lagi ujud besinya, hanya keadaan api itulah yang semata matakelihatan, zatnya, sífatnya dan Afalnya..Maka apabila ditetapkan keadaan tsb dan disesuaikan dg keadaan kita, niscaya hilanglah keadaan kita itu,maka tidak ada lagi dan sampailah kita pada jalan FANAFILLAH apabila kita tidur akan terlihatlaholeh kita dgNYA lah kita BADANI HAJJA ALA QALBI"hancurlah badan jadilah QALBI SHARARROHI"hancurkan hati jadikan roh".TUDIBURROHI SHARANNURU"hancurkan roh jadikan Cahaya"lalah AKU ALLAH dalam Diam. Akuyang sebenarnya Rahasia MARKUMMANUSIA, ya di dalam HATImu itu..HATI manusia itu seumpama cermin, maka apabila ditilik/dilihat dg benar didalamnya, maka akan kelihatanlah Tuhan-nya, dari rupa kita yang bathin itulahyang diakui ALLAH, Rupa Dari RahasiaNYA, karena dalil menyatakan"Insan itu RahasiaKU, RahasiaKU" ituSifatNYA..SifatNYA itu Tidak lain daripada UjudAKU Yang wajib Ujud Adanya".ALQALBUHAYATI SYIRRI ANA ILLA ANNAArtinya "Didalam Akal itu ada Hati,didalam Hati itu ada Roh, didalam Rohitu ada Sir, didalam Sirr itu ada AKU".AKU RAHASIA SEGALA MANUSIA,YANG ADANYA DIDALAM olehmu wahai Shaleh...Inilah orang yang sebenar-benarnyamengenal ALLAH Ta'ala MAN ARAFALLAHU FAHUWA ALLAHBarang siapa mengenal ALLAH yaitubernama ALLAH ALLAH HakikatnyaTunggal.BUTA SELAIN DZAT ALLAHTauhidul SIFAT itu seperti engkau berkata, dan engkau itikatkan didalam hatimuIA KUDRAT, IRADAT, ILMU, HAYAT,SAMA, BASHAR, KALAMArtinya; Tidak ada yg mempunyai Kuasa,Berkehendak, Tahu, Hidup, Mendengar,Melihat dan Berkata-Kata.. Melainkansemuanya itu berasal dari ALLAH Ta'alajuga pada hakikatnya".Tauhidul DZAT itu seperti engkauberkata dan engkau l'tikatkan didalamhatimu; LA MAUJUDA ILLALLAHArtinya "Tidak ada yg mempunyai Kuasa,Berkehendak, Tahu, Hidup, MendengarMelihat dan Berkata-Kata.. Melainkansemuanya itu berasal dari ALLAH Ta'alajuga pada hakikatnya".Tauhidul DZAT itu seperti engkauberkata dan engkau l'tikatkan didalamhatimu; LA MAUJUDA ILLALLAHArtinya "Tidak ada yang Ujud didalam Alam inimelainkan ujud ALLAH Ta'ala semata-mata pada Hakikatnya", karena semuaAlam Ujud alam ini tidak Maujud dgsendirinya, tetapi berdiri Ujud pada UjudALLAH aza Yang Banyak Didalam Satudan Pandang Yang Satu Didalam pandanglah bahwasannya Ujudsekalian Alam ini berdiri pada UjudALLAH Ta'ala, Tidak ada yg Maujuddg sendirinya dan Pandang olehmubahwasannya ALLAH Ta'ala itu Maujuddidalam sesuatu yang sertakan Pandangmu itu denganPandang "Pandang yang Rahasia yaitu yangDidalam HATI"Jangan pandang yang dibangsakandengan perkataan dan lafadz, itu tidakdpt memberi pandanglah olehmubahwasannya ALLAH Ta'ala itu Maujuddi dalam tiap-tiap sesuatu yg Ujud...Yaitu pandang HAWIYAHNYA, QIYAUMAHNYA dan KUDRATNYA serta kebesaranNYA dan tidak ada diambil tempat dan ALLAH Ta'ala itu tidak menjadi rupa sesuatu, Karena AlLLAHTa'ala LAISAKAMISLIHI SYAI'UNWAHUWASSAMI'UL BASHIRArtinya; "Tidak ada yg menyamaiALLAH Ta'ala dg sesuatu apapun danDIA mendengar lagi melihat segalapekerjaan, baik yang zahir maupunyang bathin".Dan ketahuilah olehmu bahwasesungguhnya keadaan kita ituselama-lamanya tetap didalamILMUNYA ALLAH TAALA demikianlah sebenar-benarnya Itikad kita, dan itulah I'tikad para Nabi-Nabi ALLAH, para wali ALLAH dan I'tikadsupaya sampai kepada jalanFANAFILLAH dan BAQABILLAHArtinya; GHAIB KITA DIDALAM ALLAHTA'ALA dan KEKAL ADANYA DENGANALLAH ALLAH "Maka barangsiapa yang ingin akan menemukan Tuhannya maka hendaklahia mengerjakan amalan Sholeh danjanganlah ia mempersekutukansiapapun dalam beribadat kepadaALLAH Surat A-Kahfi 110Untuk mencapai Liqa' ALLAH dalamayat yang tersebut di atas, ada 2kewajiban yang harus dilaksanakanyaitu1. Mengerjakan amalan sholeh dengan menghilangkan semua- sifat-sifat yang tercela dan menetapkan dengan sifat-sifat yang terpuji yaitu TAKHALI dan Meniadakan/menafikan segalasesuatu termasuk dirinya sehinggayang benar-benar WUJUD/ ISBAThanya ALLAH semata-mata dalam beribadat.. Itulah artinya memFANAkan Nabi-nabi dan wali-wali sepertiSheikh Abu Qasim Al-Junaid, AbdulQadir Al-Jailani, Imam Al-Ghazali, AbYazid Al-Busthomi sering mengalamikeadaan "FANA" FILLAH dalammenemukan Nabi Musa alaihisalam ketikaia sangat ingin melihat ALLAH makabaginda berkata yang kemudiannyadijawab oleh ALLAH Ta'ala sbg berikut;"Ya Tuhan, bagaimanakah caranyasupaya aku sampai kepada MU?Tuhan berfirman "Tinggalkan dirimu/lenyapkan dirimu FANA, baru kamu bisa sampai padakU"Kata-kata Hikmah Dari Wali-wali ALLAHyang telah mengalami FANA', Ada seorang bertanya kepada Abu Yazid Al-Busthomi"Bagaimana tuan habiskan masapagimu?".Abu Yazid menjawab "Diri saya telah hilang FANA dalam mengenang ALLAH hingga saya tidak tahu malam dan siang".Satu ketika Abu Yazid ditanya seseorang ttg bagaimanakah kita bisa mencapai ALLAH. Beliau menjawab "Sirnakalah diri kamu. Di situlah terletak jalan menuju ALLAH. Barang siapa yang melenyapkan FANA dirinyadalam ALLAH, maka yg didapati bahwaALLAH itu segala-galanya".1 TAUHIDUL AFAL2TAUHIDUL SIFAT3 TAUHIDUL ASMA4 TAUHIDUL ZATDan suatu riwayat mengatakan sebagaiberikut FANAIL AFAL FANA'IL SIFAT danFANAIL ZATTauhidul AFAL itu seperti engkauberkata; LAFALUN ILLA FI'LULLAHArtinya "tidak ada yg mempunyai perbuatanmelainkan perbuatan ALLAH Ta'alasemata didalam Hakikatnya". Sumber dari HAKIKAT INSAN Mengenal Diri
Andaimakna Laa Ilaaha illallah adalah Laa ma'buda illallah, (tiada tuhan yang disembah selain Allah), niscaya kenyataannya berbohong. Sebab, masih mengasumsikan ada tuhan-tuhan selain Allah di luaran sana yang disembah.
Ilustrasi tulisan Arab lailahaillallah dan artinya, sumber Gambar oleh Darwis Alwan dari PixabayLailahaillallah merupakan kalimat yang sangat bermakna bagi umat Islam karena merupakan bagian dari kalimat syahadat. Syahadat merupakan rukun Islam yang pertama bagi umat Islam. Jika ada seseorang yang ingin masuk Islam, wajib mengucapkan kalimat syahadat secara lisan dan mengimaninya dengan sepenuh hati. Apa Anda sudah tahu tulisan Arab lailahaillallah dan artinya yang benar? Tulisan Arab LailahaillallahIlustrasi tulisan Arab lailahaillallah dan artinya, sumber Gambar oleh İbrahim Mücahit Yıldız dari PixabayBerikut adalah tulisan Arab lailahaillallahArtinya "Tiada Tuhan Selain Allah"Kalimat lailahaillallah tersusun dari tiga huruf yaitu alif, lam, dan ha serta tediri dari empat kata berikut iniLaa لآُ berarti menafikan, yakni meniadakan semua jenis إِلَهَ berarti sesuatu yang إِلاَّ berarti الله maksudnya bahwa Allah adalah ilaah/sesembahan yang Kalimat Lailahaillallah Bagi Umat IslamDikutip dari buku Safinah Simple Series, Zackiyah Ahmad 2021 39 dijelaskan bahwa kalimat lailahaillallah yang memiliki arti tiada Tuhan melainkan Allah SWT. Kalimat Lailahaillallah merupakan kalimat yang menjadi asas dari lima rukun Islam dan juga sebagai inti dan seluruh landasan ajaran agama. Sejumlah Nas Nabawi menunjukkan keutamaan empat kalimat yaitu subhanallah, alhamdulillah, lailahaillallah dan alllahu keempat kalimat tersebut kalimat lailahaillallah merupakan kalimat paling utama di antara kalimat tesebut. Dengan kalimat itu pula manusia terbagi menjadi mukmin dan kafir. Orang-orang bahagia terbagi menjadi penghuni surga dan orang-orang sengsara penguin neraka. Keutamaan kalimat lailahaillallah juga disebutkan di dalam Al-Quran dan merupakan dakwah SWT berfirman di dalam Al-Quran yaitu surat Az-Zukhruf ayat 26 – 28 yang artinya "Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah, kecuali kamu menyembah Allah yang menciptakanku; karena sungguh, Dia akan memberi petunjuk kepadaku." Dan Ibrahim menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya agar mereka kembali kepada kalimat tauhid itu."Dengan penjelasan di atas, sudah tahu dan paham ya bagaimana tulisan Arab lailahaillallah dan artinya yang benar serta bermakna bagi umat Islam. WWN
Keutamaan"Kalimat Laa Ilaha Illallah". Muhammad Abduh Tuasikal, MSc November 13, 2009. 20 72,552 3 minutes read. Ibnu Rajab dalam Kalimatul Ikhlas mengatakan,"Kalimat Tauhid (yaitu Laa Ilaha Illallah, pen) memiliki keutamaan yang sangat agung yang tidak mungkin bisa dihitung.". Lalu beliau rahimahullah menyebutkan beberapa keutamaan Bismillah was shalatu was salamu ala Rasulillah, amma ba’du, Kalimat ini ringkas, namun menjadi titik sengketa antara umat islam dengan kaum musyrikin. Kalimat yang menjadi pemisah antara islam dan kesyirikan. Kalimat yang hanya terdiri dari 3 huruf alif, lam, dan ha, namun mengubah suasana dunia. Sebelum mengkaji tinjauan makna kalimat ini, kami hendak menegaskan bahwa orang musyrikin yang menjadi musuh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam paham akan makna kalimat laa ilaaha illallah. Ketika Nabi Shallallahu alaihi wa sallam diutus oleh Allah, beliau mengajak masyarakat Quraisy dan sekitarnya untuk mengikrarkan kalimat Laa ilaaha illallaah.. Dari Rabi’ah bin Ibad ad-Daili, beliau menceritakan, Saya melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memandangku di pasar Dzil Majaz, sambil mendakwahkan, يَا أَيُّهَا النَّاسُ قُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، تُفْلِحُوا Wahai sekalian manusia, ucapkanlah Laa ilaaha illallah, kalian akan mendapat kesuksesan. HR. Ahmad 16023, Ibnu Hibban 6562 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth. Kita bisa perhatikan, bagaimana respon masyarakat terhadap ajakan beliau? Mereka rela berpisah dengan keluarganya, anaknya, istrinya demi memusuhi kalimat ini. Mereka rela keluar tenaga, demi menghalau tersebarnya kalimat ini. Bahkan mereka siap untuk berkorban nyawa, demi melawan kalimat tauhid ini. Kita tahu, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam adalah manusia yang dikenal sangat baik, sebelum jadi nabi dan setelah jadi nabi. Namun mengapa ajakan beliau ditentang habis-habisan oleh mereka. Apa susahnya bagi mereka untuk hanya mengucapkan laa ilaaha illallah?. Namun mereka lebih memilih pertumpahan darah dari pada harus mengucapkan kalimat tauhid itu. Dengan kompak mereka menuduh ajakan Nabi Muhammad sebagai ajakan yang aneh, أَجَعَلَ الْآَلِهَةَ إِلَهًا وَاحِدًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ Apakah Muhammad hendak menjadikan tuhan yang beraneka ragam itu menjadi satu tuhan saja. Sungguh ini ajakan yang sangat aneh. QS. Shad 5 Ini semua menunjukkan bahwa orang musyrikin quraisy paham akan makna kalimat itu. Mereka juga paham akan konsekuensi ketika orang mengucapkan kalimat itu. Mereka sadar, kalimat ini sangat bertentangan dengan keyakinan mereka. Karena itulah, keyakinan mereka menjadi indikator untuk memahami makna kalimat tauhid ini. Orang Musyrikin Mekah Beriman Akan Keberadaan Allah Terdapat banyak bukti yang menunjukkan bahwa orang musyrikin Mekah, mereka mengenal Allah. Mereka mengimani keberadaan Allah. Bahkan mereka juga mengimani bahwa Allahlah yang menciptakan dan mengatur alam semesta ini. Kita bisa lihat, ayah Nabi Muhammad, namanya Abdullah. Dari mana mereka tahu nama itu, padahal Nabi Muhammad belum diutus? Tentu saja jawabannya, karena orang jahiliyah telah mengenal Allah. Al-Quran juga menceritakan aqidah dan keyakinan mereka tentang Allah. Di antaranya, Allah berfirman, قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ Katakanlah “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa menciptakan pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab “Allah”. QS. Yunus 31 Kemudian di surat al-Mukminun secara berturut-turut di banyak ayat, Allah menceritakan aqidah mereka, قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ . سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ Katakanlah “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?” . Mereka akan menjawab “Kepunyaan Allah”. Katakanlah “Maka apakah kamu tidak ingat?” قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ . سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ Katakanlah “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya Arsy yang besar?” Mereka akan menjawab “Kepunyaan Allah”. Katakanlah “Maka apakah kamu tidak bertakwa?” قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ . سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّى تُسْحَرُونَ Katakanlah “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari azab-Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab “Kepunyaan Allah”. Katakanlah “Kalau demikian, maka dari jalan manakah kamu ditipu?” Allah juga menyebutkan bahwa mereka mendekatkan diri kepada sesembahan itu, agar doa dan keinginan mereka lebih cepat dikabulkan oleh Allah. وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى Orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai wali sasaran pemujaan, mereka mengatakan, “Tidaklah kami beribadah kepada mereka, selain agar mereka mendekatkan diri kami kepada Allah lebih dekat lagi.” QS. az-Zumar 3. Tentu saja masih banyak dalil yang menyebutkan masalah ini, dan beberapa ayat di atas kita anggap sudah mencukupi. Dari sini kita memahami bahwa orang musyrikin Quraisy meyakini, Allah itu ada Allah Maha Kuasa Allah yang menciptakan, yang memiliki, dan yang mengatur alam semesta beserta isinya. Dan mereka memberikan pemujaan kepada selain Allah, agar yang dipuja itu mengantarkan doa mereka kepada Allah. Makna Laa ilaaha illallaah’ yang Salah Dengan bermodal pemahaman di atas, kita bisa mengoreksi kesalahan yang diyakini sebagian masyarakat terkait makna kalimat laa ilaaha illallah. Banyak kita dengar, mereka memaknai kalimat ini dengan, Tidak ada yang berkuasa selain Allah, Tidak ada wujud yang haqiqi selain Allah, Tidak ada pengatur alam semesta selain Allah, Tidak ada penguasa abadi selain Allah. Kita semua sepakat kalimat-kalimat ini benar. Namun ketika kalimat ini diyakini sebagai makna laa ilaaha illallah, jelas ini kesalahan. Karena konsekuensi pemaknaan ini bertentangan dengan aqidah orang musyrikin Quraisy. Jika makna laa ilaaha illallah adalah Tidak ada yang berkuasa selain Allah, Tidak ada wujud yang haqiqi selain Allah, Tidak ada pengatur alam semesta selain Allah, Tidak ada penguasa abadi selain Allah, anda bisa pastikan orang musyrikin Quraisy akan setuju dengan ajakan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Karena ini sesuai dengan apa yang diyakini masyarakat jahiliyah. Untuk mengajak mereka agar mengakui tiada penguasa abadi selain Allah, tiada pengatur alam semesta selain Allah, tidak perlu sampai harus terjadi pertumpahan darah. Konsekuensi dari Kesalahan Memahami Laa ilaaha illallah Ketika kesalahan ini hanya berada dalam tataran wacana, mungkin masalahnya lebih ringan. Karena yang menyedihkan, beberapa pelaku perbuatan kesyirikan dari zaman ke zaman, menjadikan kesalahan ini sebagai alasan pembenar untuk perbuatan mereka. Banyak pemuja kubur, pelaku perdukunan dan klenik, sampai pecandu kejawen, mereka kekeuh menolak untuk disebut melakukan kesyirikan, karena mereka masih meyakini bahwa yang kuasa hanyalah Allah. Selama kami meyakini bahwa hanya Allah yang mengatur alam semesta, yang memberi rizki hanya Allah, yang menciptakan dan menghidupkan hanya Allah, maka kami masih berpegang dengan Laa ilaaha illallah. Anda buktikan ini dengan mewawancarai para pemuja kuburan, pasien dukun, bahkan dukunnya sendiri, para pemuja kuburan, termasuk mereka yang menjalani lelakon untuk mendapatkan kanuragan. KTPnya muslim, dan mereka menganggap dirinya masih muslim, selama mereka masih mengakui Allah itu ada dan masih mengucapkan Laa ilaaha illallah. Subhanallah… Andai mereka berada di zaman Nabi, mungkin semua sahabat akan menyebutnya orang munafik. Beda yang diucap dengan apa yang diperbuat. Mengaku muslim, tapi perbuatannya tidak berbeda dengan orang musyrik. Makna Laa Ilaaha Illallah yang Benar Menyadari realita di atas, semata mengucapkan laa ilaaha illallah tanpa mengamalkan konsekuensinya, tidak memberikan pengaruh apapun. Karena kalimat tauhid tidak hanya untuk diucapkan. Namun sejauh mana kita bisa mengamalkan. Karena itu, orang yang mendapatkan jaminan surga dengan laa ilaaha illallah, adalah mereka yang memahami makna dan konsekuensinya serta menerapkannya dalam hidupnya. Dari Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda, مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ “Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan mengetahui bahwa sesungguhnya tiada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah maka akan masuk Surga”. HR. Muslim 145 Mari kita simak penjelasan singkat makna kalimat tauhid yang mulia ini, Laa Ilaaha Illallah tersusun dari 3 huruf [ا – ل – ه], dan terdiri dari 4 kata Laa, Ilaha, illa dan Allah [لا اله الا الله]. Kita bisa uraikan sebagai berikut Pertama, kata Laa Disebut laa nafiyah lil jins huruf lam yang berfungsi meniadakan keberadaan semua jenis kata benda setelahnya. Misalnya kata “Laaraiba fiih” tidak ada keraguan apapun bentuknya di dalamnya. Artinya meniadakan semua jenis keraguan dalam al-Quran. Sehingga laa dalam kalimat tauhid bermakna meniadakan semua jenis ilaah, dengan bentuk apapun dan siapapun dia. Kedua, kata Ilah Kata ini merupakan bentuk mashdar kata dasar, turunan dari kata aliha – ya’lahu [ألـه – يألـه] yang artinya beribadah. Sementara katailaahun [إلـه] merupakan isim masdar yang bermakna maf’ul obyek, sehingga artinya sesembahan atau sesuatu yang menjadi sasaran ibadah. Jika kita gabungkan dengan kata laa, menjadi laa ilaaha [لا إلـه], maka artinya tidak ada sesembahan atau sesuatu yang menjadi sasaran ibadah, apapun bentuknya. Ketiga, kata Illa Ilaa artinya kecuali. Disebut dengan huruf istitsna’ pengecualian yang bertugas untuk mengeluarkan kata yang terletak setelah illa dari hukum yang telah dinafikan oleh laa. Sebagai contoh, Laa rajula fil Masjid illa Muhammad’, Tidak ada lelaki apapun di masjid, selain Muhammad. Kata Muhammad dikeluarkan dari hukum sebelum illa yaitu peniadaan semua jenis laki-laki di masjid. Keempat, kata Allah Dialah Sang Tuhan, dikenal oleh makhluk melalui fitrah mereka. Karena Dia Pencipta mereka. Sebagian ahli bahasa mengatakan, nama Allah [الله] berasal dari kata al-Ilah [الإلـه]. Hamzahnya dihilangkan untuk mempermudah membacanya, lalu huruf lam yang pertama diidhgamkan pada lam yang kedua sehingga menjadi satu lam yang ditasydid, lalu lam yang kedua dibaca tebal. Sehingga dibaca Allah. Demikian pendapat ahli bahasa Sibawaih. Imam Ibnul Qoyyim menjelaskan maknanya, الله وحده هو المعبود المألوه الذي لا يستحق العبادة سواه “Allah Dialah al-Ma’bud yang diibadahi, al-Ma’luh yang disembah. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Dia”. Madarij as-Salikin, 3/144. Dari keterangan di atas, ulama menyebutkan rukun kalimat laa ilaaha illallaah ada 2 at-Tauhid li anNasyiin, hlm. 30 Pertama, an-Nafyu peniadaan Rukun ini diwakili kalimat laa ilaaha. Makna rukun ini, bahwa orang yang mengikrarkan laa ilaaha illallah harus mengingkari semua bentuk sesembahan dan sasaran ibadah apapun bentuknya. Baik dia manusia, benda mati, orang soleh, nabi, maupun Malaikat. Tidak ada yang berhak untuk dijadikan sasaran ibadah. Ketika seseorang beraqidah ateis, berarti dia tidak mengakui penggalan pertama kalimat tauhidlaa ilaaha. Kedua, al-Itsbat penetapan Rukun ini mewakili kalimat illallaah. Artinya, orang yang mengucapkan laa ilaaha illallah harus mengakui satu-satunya yang berhak dijadikan sasaran beribadah adalah Allah. Sehingga dia harus beribadah kepada Allah. Dan ketika dia tidak mau beribadah, berarti dia belum mengakui Allah sebagai tuhannya. Dua rukun inilah yang Allah tegaskan dalam al-Quran, فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى Siapa yang ingkar terhadap thaghut, dan beriman kepada Allah, berarti dia berpegang dengan tali yang kuat QS. al-Baqarah 256. Makna kata Thaghut segala sesembahan selain Allah Dan arti kata tali yang kuat adalah laa ilaaha illallah Sehingga makna ayat, siapa yang menginkari semua bentuk sesembahan dan hanya mengakui Allah sebagai sasaran peribadatannya, berarti dia telah mengikrarkan laa ilaaha illallah dengan benar. Allah juga tegaskan di ayat yang lain, وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun”. QS. An-Nisa 36 Kita bisa lihat penolakan orang kafir terhadap dakwah Laa ilaaha illallah, إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ . وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوا آَلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ “Sesungguhnya mereka apabila dikatakan kepada mereka “Laa ilaaha illallah” maka mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata Apakah kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami hanya karena seorang penyair gila?”. QS. Ash-Shoffat 35-36 Ketika ada orang yang mengucapkan laa ilaaha illallah namun dia masih rajin berbuat syirik, mengagungkan kuburan, gandrung dengan perdukunan, aktif sedekah bumi, larung di laut, berarti perbuatannya bertentangan dengan apa yang dia ikrarkan. Karena dia mempertuhankan selain Allah, meskipun hanya dengan satu ibadah. Dan kita patut memahami, ibadah itu beraneka ragam. Tidak hanya berbentuk sujud atau shalat. Contoh ibadah yang sering diberikan kepada makhluk adalah memberikan sesajian, seperti sedekah bumi, larung kepala hewan, tanam kepala hewan di jembatan, dst. Demikian pula berdoa. Banyak orang yang gandrung dengan kuburan, mereka berbondong-bondong ke kuburan ketika mereka merasa punya hajat. Jika tidak ada kepentingan, mereka tidak datang ke kuburan. Ini semua indikasi kuat bahwa mereka hendak menyampaikan doa di kuburan. Jika itu ditujukan kepada penghuni kubur, berarti itu penyembahan kepada selain Allah. Meskipun mereka shalat, mereka puasa, bahkan haji, namun ketika mereka memberikan satu peribadatan saja kepada selain Allah, berarti amal mereka menyimpang dari kalimat tauhid. Mengucapkan Laa ilaaha illallah Tapi Tidak Beramal Ini kebalikan dari yang pertama. Penyakit kedua yang dialami sebagian masyarakat, ada yang beralasan dengan laa ilaaha illallah namun dia sama sekali tidak pernah beramal. Tidak shalat, tidak puasa, tidak peduli dengan agamanya. Ketika diingatkan, dia beralasan, yang penting saya masih punya laa ilaaha illallah. Kasus semacam ini pernah terjadi di zaman ulama Tabiin Wahb bin Munabbih w. 114 H. Ada seseorang yang bertanya kepada beliau, “Bukankah laa ilaaha illallah adalah kunci surga.” Maksud orang ini, yang penting orang sudah mengucapkan laa ilaaha illallah, dia terjamin masuk surga, sekalipun dia tidak beramal. Kemudian dijawab oleh Imam Wahb bin Munabih, بلى ولكن ليس من مفتاح إلا له أسنان فإن أتيت بمفتاح له أسنان فتح لك وإلا لم يفتح “Benar, laa ilaaha illallah adalah kunci surga. Namun bukankah setiap kunci harus punya gigi. Jika kamu membawa kunci yang ada giginya, dibukakan surga untukmu, jika tidak ada giginya, tidak dibukakan surga untukmu.” HR. Bukhari secara Muallaq sebelum hadis no. 1237 dan disebutkan Abu Nuaim secara Maushul dalam al-Hilyah 4/66. Agar laa ilaaha illallah diterima, anda harus beramal. Arti yang Tidak Tepat Kita sering mendengar orang mengartikan, laa ilaaha illallah dengan tiada tuhan selain Allah. Mungkin pemaknaan ini perlu diluruskan. Ketika kita mendengar ungkapan, tiada roti kecuali enak, berarti semua roti enak. Seperti itu pula kalimat “Tiada Tuhan selain Allah”. Konsekuensi terburuknya, berarti setiap yang disembah oleh manusia, itulah Allah. Maha suci Allah dari yang demikian. Karena itulah, para ahli bahasa meluruskan bahwa laa nafiyah lil jins pada kalimat laa ilaaha illallah butuh khabar predikat. Pada kalimat laa ilaaha [لا إلـه], kata ilaah sebagai isim laa, sementara khabar laa predikatnya mahdzuf tidak dimunculkan, yang jika dinyatakan berwujud kata haqqun [حَقٌّ]. Sehingga jika kita baca lengkap menjadi laa ilaaha haqqun illallaah, yang artinya Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. At Tanbihaat Al Mukhtasharah, Ibrahim al-Khuraishi Di sekitar kita banyak tuhan. Semua yang disembah oleh orang kafir, itulah tuhan mereka. Namun semua itu tidak berhak disembah. Satu-satunya yang berhak disembah hanya Allah. Makna seperti ini yang diajarkan dalam al-Quran, ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ “Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah Tuhan Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil” QS. al-Hajj 62 Allahu a’lam Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits Dewan Pembina Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi 081 326 333 328 DONASI hubungi 087 882 888 727 Donasi dapat disalurkan ke rekening BANK SYARIAH INDONESIA 7086882242 YAYASAN YUFID NETWORK Kode BSI 451 🔍 Takaran Zakat Fitrah, Hadist Tentang Nisfu Sya Ban, Arti Diberakin Burung, Nikah Dengan Jin Muslim, Ribuan Orang Jadi Mualaf Setelah Penghina Nabi Kena Azab, Niat Shalat Fajar Dan Sholat Qobliyah Subuh KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO CARA SHOLAT, ATAU HUBUNGI +62813 26 3333 28
LASAUTUN WALA HARFUN, artinya tidak ada huruf dan tiada suara, inilah kalam Allah yang Qadim, tidak bercerai dan terpisah sifat dengan Zat. Tarku Mayiwallah (meninggalkan selain Allah) Zat Allah saja yang ada. La Maujuda Illallah (tidak ada yang ada hanya Allah).
Kita memuja dan memuji Allah, Dzat Pemberi berbagai ni’mat terutama ni’mat islam, iman dan sunnah. Tak lupa kita bershalawat dan salam atas kekasih Allah, Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarga dan para shahabat serta orang-orang yang senantiasa setia menempuh jalan petunjuk beliau hingga hari asing bagi kita Syahadat laa ilaha illah ini. Karena kita senantiasa membacanya dalam sholat, tepatnya ketika tasyahud. Ia merupakan salah satu dari rangkaian dua kalimat syahadat yaitu syahaadatu an laa ilaha illallah dan syahaadatu anna muhammadar rasulullah yang dengan mengikrarkannya seorang yang kafir menjadi muslim. Syahadat ini disebut Syahadat Tauhid, karena mengandung pentauhidan Allah Jalla wa Ala dalam pentingnya syahadat ini, sehingga ia menjadi bagian terpenting dari rukun islam yang pertama. Hal ini berdasarkan hadits dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu alahi wa sallam bersabda yang artinya ”Islam dibangun atas lima perkara; 1 Syahadat laa ilaha illallah dan Muhammadur rasulullah, 2 Mendirikan sholat, 3 Menunaikan Zakat, 4 Berhaji ke Baitullah, dan 5 Puasa di bulan Ramadhan.” HR. Bukhari dan Muslim.Oleh sebab itu, sudah selayaknya bagi seorang muslim untuk memahami kandungan makna, rukun, syarat dan konsekuensi tuntutan syahadat Syahadat Laa ilaha illallah Maknanya adalah meyakini dan mengikrarkan bahwa tiada sesuatupun yang berhak diibadahi kecuali Allah Ta’ala dengan tetap teguh di dalamnya dan melaksanakan makna Laa ilaha illallah adalah Laa ma’buda bi haqqin illallah yaitu Tiada sesembahan yang haq berhak disembah melainkan Allah. Inilah makna Laa ilaha illallah yang ini akan disebutkan makna-makna yang keliru ketika menafsirkan Laa ilaha Laa ilaha illallah ditafsirkan dengan Laa ma’buda illallah, maknanya Tiada sesembahan selain Allah. Ini makna yang berkonsekuensi batil, karena mengandung makna bahwa setiap sesembahan, baik yang haq maupun yang batil adalah Laa ilaha illallah ditafsirkan dengan Laa kholiqo illallah, yang bermakna Tiada pencipta selain Allah. Ini makna yang kurang, karena hanya mengandung sebagian dari kandungan makna Laa ilaha illallah yaitu tauhid rububiyah sementara kandungan makna kalimat Laa ilaha illallah ini adalah tauhid ibadah yang mencakup tauhid rububiyah. .Andaikan benar makna Laa ilaha illallah ditafsirkan dengan Laa kholiqo illallah Tiada pencipta selain Allah, maka tentulah Iblis laknatullah alaihi dan orang-orang kafir di masa Rasulullah Shallallahu alahi wa sallam termasuk muslim, karena mereka mengakui bahwa Allah Sang Pencipta, Penguasa, Pemilik dan Pemelihara alam jagad raya. Allah ta’ala mengabadikan perkataan Iblis dalam Al-Quran yang artinya “Iblis berkata,”Aku lebih baik daripada diaAdam. Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” QS. Al-A’raf12. Dan Allah Ta’ala menyatakan keyakinan orang kafir di masa Nabi kita dengan firman-Nya yang artinya “Katakanlah wahai Muhammad kepada orang kafir, milik siapakah bumi dan apa yang ada di dalamnya, jika kamu mengetahui?84 Mereka akan menjawab”Milik Allah.” Katakanlah,”Maka apakah kamu tidak ingat?”85. Katakanlah ”Siapakah Tuhan Pencipta dan Pemelihara langit yang tujuh dan Tuhan arasy yang agung?” 86 Pasti mereka menjawab”Allah”. Katakanlah kepada mereka mengapa kamu tidak bertaqwa?” pula, andaikata tafsir tersebut benar, tentulah orang-orang kafir Quraisy dan yang semisal mereka akan menerima dakwah Nabi Shallallahu alahi wa sallam . Namun nyatanya tatkala Rasulullah Shallallahu alahi wa sallam menyeru mereka “Ucapkanlah Laa ilaha illallah, niscaya kalian akan beruntung di dunia dan akhirat” dan lainnya, mereka pun lantas membantah dengan ucapan mereka yang diabadikan Allah Ta’ala dalam firman-Nya “Apakah dia menjadikan sesembahan-sesembahan itu hanya satu sesembahan Allah saja?! Sungguh ini sesuatu yang aneh.” QS. Shad5.3- Laa ilaha illallah ditafsirkan dengan Laa hakima illallah yaitu Tiada hakim Pembuat hukum kecuali Allah. Makna ini pun kurang tepat dan tidak sempurna, karena masih saja mengandung sebagian dari kandungan makna Laa ilaha illallah yaitu tauhid rububiyah. Jelasnya, jika seseorang mentauhidkan Allah dalam hukum, namun bersamaan dengan itu dia beribadah kepada selain Allah, maka tetap saja dia belum merealisasikan tuntutan kalimat tauhid yang benar dari tafsir Laa ilaha illallah adalah Laa ma’buda bi haqqin illallah yaitu Tiada sesembahan yang haq berhak disembah melainkan Allah. Hal ini berdasarkan Al-Quran surah Shad ayat 5 dan hadits riwayat Ahmad di atas, di mana orang-orang kafir di masa Rasulullah Shallallahu alahi wa sallam mengingkari dakwah beliau untuk mentauhidkan Allah menjadikan Allah satu-satunya Dzat yang disembah dengan ucapan mereka; “Apakah dia menjadikan sesembahan-sesembahan itu hanya satu sesembahan Allah saja?! Sungguh ini sesuatu yang aneh.”Rukun Syahadat Laa ilaha illallah Laa ilaha illallah memiliki 2 rukun yaitu An-Nafyu penafian/peniadaan dan Al-Itsbat penetapan. Kedua rukun ini diambil dari 2 penggalan kalimat tauhid Laa ilaha dan illallah. Rinciannya sebagai berikut-Laa ilaha = An-Nafyu, yaitu meniadakan dan meninggalkan segala bentuk kesyirikan serta mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allah Ta’ = Al-Itsbat, yaitu menetapkan bahwa tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi melainkan Allah serta beramal dengan landasan ayat-ayat Al-Quran yang mencerminkan 2 rukun ini. Diantaranya adalah firman Allah Ta’ala yang artinya “Maka barangsiapa yang mengingkari Thoghut sesembahan selain Allah dan beriman kepada Allah, maka sungguh dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat kalimat Laa ilaha illallah.” Thoghut sesembahan selain Allah” adalah cerminan dari rukun An-Nafyu Laa ilaha, sementara “Beriman kepada Allah” adalah cerminan dari rukun Al-Itsbat illallah.Syarat Syahadat Laa ilaha illallah Syarat-syarat ini harus dipenuhi oleh orang yang melafalkan kalimat tauhid ini agar berfaedah baginya, yaitu sebagai berikut1- Berilmu dan memahami kandungan makna dan rukun syahadat ini sehingga hilang kebodohan terhadap kandungan makna dan rukun kalimat ini. Rasulullah Shallallahu alahi wa sallam bersabda yang artinya“Barangsiapa yang mati dalam keadaan ia mengetahui kandungan makna laa ilaha illallah’ bahwa tiada yang berhak disembah kecuali Allah, pasti masuk surga HR. Muslim.2- Meyakini segala yang ditunjukkan oleh kalimat ini tanpa ada keraguan sedikitpun. Allah Ta’ala berfirman yang artinya”Sesungguhnya orang mukmin itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu”. QS. Al-Hujurat15.3- Menerima konsekuensi tuntutan kalimat ini berupa beribadah hanya kepada Allah semata dan meninggalkan beribadah kepada selain-Nya tanpa adanya penolakan yang didasari keengganan, pembangkangan,dan kesombongan. Allah Ta’ala berfirman yang artinya”Sesungguhnya mereka orang-orang kafir apabila diucapkan kepada mereka “laa ilaha illallah Tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah maka merekapun menyombongkan diri35. Dan mereka berkata,“Apakah kita akan meninggalkan sesembahan-sesembahan kita karena penyair yang gila”.QS. Ash-Shaffat35-36.4- Tunduk dan berserah diri terhadap segala tuntutan kalimat ini tanpa mengabaikannya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya”Dan barangsiapa yang berserah diri kepada Allah dalam keadaan berbuat kebajikan, maka sungguh dia telah berpegang dengan tali yang sangat kuat kalimat Laa ilaha illallah.” 5- Jujur dalam mengucapkan kalimat ini dengan disertai hati yang membenarkannya. Jika seseorang mengucapkan kalimat ini namun hatinya mengingkari dan mendustai nya, maka dia orang munafik tulen. Allah Ta’ala berfirman yang artinya”Dan diantara manusia ada yang mengucapkan,”Kami beriman kepada Allah dan hari akhir”, padahal mereka tidak beriman8. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beiman. Tidaklah mereka menipu kecuali diri mereka sendiri sementara mereka tidak meyadari9. Dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah menambah penyakit mereka. Dan mereka mendapat azab yang pedih karena kedustaan yang mereka lakukan. QS. Al-Baqarah8-10.6- Ikhlas dalam mengucapkannya dan memurnikan amal dari segala kotoran syirik, bukan karena riya, atau untuk ketenaran, maupun tujuan-tujuan duniawi. Rasulullah Shallallahu alahi wa sallam bersabda yang artinya“Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan”laa ilaha illallah” dengan tujuan mengharap wajah Allah.”HR. Bukhari dan Muslim7- Mencintai kalimat ini dan segala tuntutannya serta mencintai orang yang melaksanakan tuntutannya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya”Dan diantara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan yang mereka mencintainya seperti mencintai Allah. Sedangkan orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.”QS. Al-Baqarah165. Orang –orang yang benar dalam imannya mencintai Allah dengan cinta yang tulus dan murni. Adapun para pelaku kesyirikan memiliki cinta ganda. Mereka mencintai Allah sekaligus mencintai Syahadat Laa ilaha illallah Konsekuensi tuntutan syahadat ini adalah meninggalkan peribadatan dan penyembahan kepada selain Allah Ta’ ini,banyak orang yang megucapkan kalimat ini namun menyalahi tuntutannya. Mereka menujukan ibadah beribadah atau memberikan persembahan kepada makhluk, seperti menyembelih dan bernadzar untuk kuburan dan penghuninya, meletakkan sesajian sebagai tumbal di tempat-tempat keramat dan angker, di sekitar pepohonan, dan bebatuan, serta bentuk-bentuk persembahan lainnya. Mereka menyakini tauhid sebagai hal yang baru dan mereka juga mencela orang yang memurnikan ibadah hanya kepada Allah semata. Mereka juga mengingkari serta memusuhi orang-orang yang mendakwahi mereka, padahal ajakan dan dakwah yang dilakukan orang-orang tersebut adalah sebagai wujud kecintaan, perhatian dan kepedulian serta keprihatinan mereka terhadap saudara seagama mereka. Mereka tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa saudaranya disebabkan ketidaktahuan saudaranya tersebut terhadap sesuatu yang berbahaya bagi mereka. Untuk itu,-dengan didasari kecintaan- mereka bangkit mengingatkan saudara-saudara seagama mereka dari bahaya-bahaya yang bisa menimpa. Sikap mereka ini merupakan bentuk implementasi dari sabda Nabi Muhammad Shallallahu alahi wa sallam yang maknanya “Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” HR. Bukhari dan Muslim.Dan akhirnya, semoga Allah ta’ala menjadikan kita umat yang bersatu dan bersaudara di atas agama tauhid ini. Wa shollallohu alaa nabiyyinaa Muhammad wa alaa aalihi wa ashhaabihi ajma’iin. Penulis Abdullah Mahasiswa Ma’had Ali Al-Imam Asy-Syafii JemberArtikel
1 Laa ilaha illallah ditafsirkan dengan Laa ma'buda illallah, maknanya Tiada sesembahan selain Allah. Ini makna yang berkonsekuensi batil, karena mengandung makna bahwa setiap sesembahan, baik yang haq maupun yang batil adalah Allah. 2- Laa ilaha illallah ditafsirkan dengan Laa kholiqo illallah, yang bermakna Tiada pencipta selain Allah. Ini makna yang kurang, karena hanya mengandung sebagian dari kandungan makna Laa ilaha illallah yaitu tauhid rububiyah sementara kandungan makna kalimat
IJAZAHDZIKRUL JALALAH DARI HABIB ABUBAKAR BIN MUHAMMAD ASSEGAF GRESIK Bersabda Nabi Muhammad SAW: "Paling afdhol (utamanya) zikir adalah LAA ILAAHA ILLALLAH dan paling afdholnya doa adalah ALHAMDULILLAH." "Paling utamanya ucapan yang. Rahasia Makrifat - TVTarekat. Keliru Mengatakan; La Maujuda Illallah - YouTube. Asyhaduallaa ilaaha illallah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhuu wa rosuuluh. Artinya: Segala puji bagi Allah yang hanya kepada-Nya kami memuji, memohon pertolongan, dan mohon keampunan. Kami berlindung kepadaNya dari kekejian diri dan kejahatan amalan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkan jZpPp5.
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/866
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/37
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/472
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/183
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/764
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/686
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/843
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/841
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/752
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/683
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/311
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/362
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/225
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/46
  • 4rwhsq2itx.pages.dev/249
  • la maujuda illallah artinya